Broker kripto berbasis di Wina, Bitpanda, meluncurkan jaringan blockchain baru bernama Vision Chain yang ditujukan untuk membawa aset yang ditokenisasi ke dalam sistem keuangan teregulasi di Eropa. Langkah ini diambil di tengah upaya institusi keuangan yang semakin mengarah pada pasar yang aktif sepanjang waktu.
Bitpanda menyatakan pada Rabu bahwa Vision Chain dibangun bersama Vision Web3 Foundation dan Optimism. Jaringan ini diklaim akan menyediakan infrastruktur bagi bank dan perusahaan fintech untuk menerbitkan serta menyelesaikan aset yang ditokenisasi dengan tetap mengikuti regulasi Uni Eropa, termasuk Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA) dan MiFID II.
Dalam operasionalnya, Vision Chain menggunakan stablecoin yang sesuai ketentuan dan bernilai euro sebagai biaya transaksi. Skema ini ditujukan untuk menghindari volatilitas yang kerap muncul ketika pembayaran biaya jaringan dilakukan dengan aset kripto di blockchain publik.
Selain itu, jaringan tersebut mengandalkan infrastruktur berbasis Ethereum dari Optimism untuk kebutuhan penyelesaian transaksi dan penskalaan.
Peluncuran ini terjadi ketika perusahaan di sektor keuangan global semakin mendalami tokenisasi sebagai cara memperbarui infrastruktur pasar agar mendukung perdagangan 24 jam. Tokenisasi secara luas dipandang dapat menyederhanakan proses penerbitan, perdagangan, dan pencatatan aset, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem lama yang terfragmentasi.
Potensi pasarnya juga dinilai besar. Laporan bersama Boston Consulting Group dan Ripple memperkirakan aset yang ditokenisasi dapat tumbuh sekitar 53% per tahun dan mencapai US$18,9 triliun pada 2033 di berbagai kelas aset.