BERITA TERKINI
BI Waspadai Sentimen Risk Off Usai Serangan AS ke Iran, Siap Jaga Stabilitas Rupiah

BI Waspadai Sentimen Risk Off Usai Serangan AS ke Iran, Siap Jaga Stabilitas Rupiah

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea menyatakan peningkatan tensi geopolitik setelah serangan Amerika Serikat ke Iran telah mendorong sentimen risk off di pasar keuangan global. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu volatilitas pada berbagai instrumen keuangan, termasuk nilai tukar.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Senin (2/3).

Erwin menjelaskan, sebagai langkah konkret BI akan tetap hadir di pasar melalui berbagai instrumen intervensi. Upaya stabilisasi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga mengoptimalkan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi suku bunga ke sektor riil dan sistem keuangan. Langkah ini ditujukan untuk mempertahankan stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang meningkat.