Samarinda — Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim memberikan edukasi keuangan digital kepada masyarakat guna mencegah tindak kejahatan dan praktik penipuan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim Jajang Hermawan menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko di era digital yang semakin kompleks. Menurut dia, penguatan literasi keuangan digital serta perlindungan konsumen menjadi langkah krusial untuk mewujudkan ekosistem transaksi digital yang aman dan tepercaya.
Dalam kegiatan tersebut, para penerima manfaat dibekali pengetahuan terkait perlindungan konsumen, cara mengenali modus penipuan, serta langkah menjaga keamanan data pribadi dan dana ketika bertransaksi secara digital.
“Kegiatan ini merupakan wujud sinergi BI dan Baznas Kaltim dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar semakin cerdas dan aman dalam memanfaatkan layanan keuangan digital,” kata Jajang.
Edukasi tersebut dirangkaikan dengan penyaluran Paket Ramadan Bahagia dan buka puasa bersama dalam program bertajuk BUBUHAN PeKA (ngaBUburit dan BUka bersama bubuHAN PeKA). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Kaltim itu dihadiri sekitar 150 penerima manfaat dari berbagai kalangan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kaltim Ahmad Nabhan mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menilai bantuan sosial di era digital perlu disertai edukasi yang memadai agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan.