BERITA TERKINI
BI: Eskalasi Konflik di Timur Tengah Tekan Pertumbuhan Global dan Dorong Inflasi

BI: Eskalasi Konflik di Timur Tengah Tekan Pertumbuhan Global dan Dorong Inflasi

Bank Indonesia (BI) menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak pada perlambatan ekonomi global dan peningkatan inflasi di berbagai negara. Dampak tersebut terutama dipicu lonjakan harga komoditas, khususnya minyak dunia, yang kemudian merembet ke kinerja pertumbuhan dan tekanan harga secara global.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan harga minyak menjadi salah satu kanal utama yang memengaruhi perekonomian dunia. Menurutnya, kondisi itu berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi global sekaligus mendorong inflasi global lebih tinggi.

“Jadi tentu saja yang pertama adalah dampaknya terhadap harga minyak dunia dan rembatannya terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dan inflasi global yang tadi kami sampaikan memang akan membawa pertumbuhan ekonomi global lebih rendah, inflasi global akan lebih tinggi,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (17/12/2025).

Perry juga menyebut pasar keuangan global sudah merasakan dampak negatif dari konflik yang masih berlangsung. Salah satu dampak yang menonjol adalah keluarnya aliran modal portofolio asing dari negara-negara emerging market, termasuk Indonesia.

Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat turut menambah tekanan pada nilai tukar mata uang negara berkembang. “Demikian juga tekanan-tekanan terhadap nilai tukar dengan menguatnya dolar Amerika Serikat tentu saja terjadi tekanan-tekanan terhadap nilai tukar mata uang emerging market termasuk Indonesia,” ujar Perry.