BERITA TERKINI
BGN Susun Efisiensi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Rp268 Triliun di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah

BGN Susun Efisiensi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Rp268 Triliun di Tengah Dampak Konflik Timur Tengah

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan strategi efisiensi penggunaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki pagu Rp268 triliun. Langkah ini disusun sebagai respons terhadap perkembangan situasi global, terutama konflik di Timur Tengah yang dinilai berpengaruh pada kondisi ekonomi dan energi.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan BGN terlibat dalam pembahasan penyesuaian anggaran bersama pemerintah untuk merespons dampak global tersebut. “Kemarin kami ikut rapat dalam harmonisasi anggaran, menyikapi fenomena global terutama terkait energi dan efeknya terhadap ekonomi Indonesia. Dan kita sedang melakukan hitungan-hitungan agar bisa ikut berkontribusi menyikapi krisis yang ada,” ujar Dadan di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).

Dadan menegaskan, hingga saat ini tidak ada kebijakan pemangkasan anggaran program MBG. Namun, BGN tetap menempuh langkah efisiensi sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi yang berkembang. “Tentu saja kita harus memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien,” ujarnya.

Menurut Dadan, fokus utama saat ini adalah memastikan anggaran yang tersedia dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. BGN juga berupaya mencegah potensi penyalahgunaan anggaran melalui pengawasan serta perhitungan ulang kebutuhan riil program.

Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah mengoptimalkan pagu Rp268 triliun tanpa langsung menggunakan dana cadangan. “BGN memiliki pagu anggaran Rp268 triliun dengan dana standby Rp63 triliun. Langkah pertama yang kita lakukan adalah mengoptimalkan Rp268 triliun dan tidak menghitung yang standby ini,” jelasnya.

Selain itu, BGN melakukan evaluasi kebutuhan anggaran agar penggunaannya lebih efektif, termasuk menyeleksi program yang dinilai prioritas. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan potensi pemborosan sekaligus menjaga keberlanjutan program MBG.

Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya menegaskan anggaran program prioritas seperti MBG tidak akan dipangkas meski ada tekanan global. Efisiensi anggaran disebut akan difokuskan pada belanja yang dinilai kurang produktif tanpa mengurangi inti program, sehingga stabilitas fiskal tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.