Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali terkoreksi pada perdagangan sesi I, Rabu (4/3/2026). BEI menyatakan penurunan tajam IHSG terjadi seiring dengan pergerakan bursa saham regional yang juga mengalami koreksi signifikan.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan tekanan di pasar saham domestik tidak berdiri sendiri. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari sentimen risk-off global yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAIEX, dan ASX,” kata Irvan kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Irvan menambahkan, pasar saham Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah indeksnya turun lebih dari 8%. Hal itu, menurutnya, mencerminkan tingginya volatilitas di pasar keuangan Asia.

