BERITA TERKINI
BEI Minta Investor Tetap Rasional di Tengah Gejolak Geopolitik, Fokus pada Fundamental

BEI Minta Investor Tetap Rasional di Tengah Gejolak Geopolitik, Fokus pada Fundamental

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor tetap berinvestasi secara rasional dan mencermati fundamental perusahaan di tengah tekanan pasar saham. Imbauan ini disampaikan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,32% atau turun 191,33 poin ke level 8.044 pada perdagangan intraday pukul 09.18 WIB.

Pelemahan IHSG terjadi seiring meningkatnya eskalasi konflik geopolitik. Disebutkan, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran melalui jalur udara dan laut pada Sabtu pekan lalu. Iran kemudian membalas, dan eskalasi meluas ke sejumlah wilayah di Timur Tengah.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan ketidakpastian global akibat memanasnya konflik geopolitik berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia. Karena itu, ia meminta pelaku pasar tetap tenang dalam mengambil keputusan investasi.

“Kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental,” ujar Jeffrey dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (2/3).

Jeffrey juga menyarankan investor menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing agar dapat menghadapi volatilitas pasar.

Di sisi lain, Kiwoom Sekuritas menilai tensi geopolitik global yang meningkat berpotensi membuat pergerakan pasar masih diliputi ketidakpastian dalam jangka pendek. Dalam risetnya, Kiwoom merekomendasikan investor mengurangi porsi portofolio dan sementara waktu mengambil sikap “wait and see”.

Meski demikian, Kiwoom menilai pasar Indonesia yang berbasis komoditas berpeluang memperoleh sentimen positif. Penilaian itu merujuk pada pengalaman saat pecahnya perang Rusia-Ukraina pada 2022, ketika kenaikan harga komoditas mendorong IHSG menguat sekitar 5% sejak awal invasi pada 24 Februari 2022 hingga mencapai puncak pada April 2022.

Dengan catatan berisiko tinggi, Kiwoom menilai peluang trading pada saham berbasis komoditas seperti energi dan emas masih terbuka, selama investor menerapkan disiplin manajemen risiko yang ketat. Secara teknikal, Kiwoom memproyeksikan level support IHSG berada di kisaran 8.000–7.950 dan 7.840.

Seiring pelemahan indeks pada perdagangan intraday, sejumlah saham konglomerasi tercatat mengalami penurunan tajam. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) anjlok 11,21% ke level 190, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,52% ke level 1.900, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 4,76% ke level 1.00, serta PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) merosot 9,28% ke level 532.

Sementara itu, pada perdagangan intraday yang sama, saham sektor energi seperti RAJA, ENRG, dan AADI serta saham emas seperti ANTM, ARCI, dan EMAS tercatat menguat.