Pasar modal Indonesia menyerahkan donasi senilai Rp3,96 miliar kepada tiga lembaga mitra—Sahabat Pedalaman, BenihBaik.com, dan Wahid Foundation—untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Donasi tersebut dihimpun melalui Pasar Modal Peduli, wadah kolaborasi Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Program ini melibatkan perusahaan tercatat (emiten), Anggota Bursa (AB), serta pelaku pasar lainnya.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan rangkaian kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini mencerminkan komitmen bersama agar pertumbuhan dan keberlanjutan pasar modal berjalan seiring dengan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Melalui program bertajuk “Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan”, dukungan diarahkan pada perbaikan infrastruktur vital, mencakup konektivitas antarwilayah, penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi, serta sarana ibadah dan pendidikan. Program ini menyasar sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sejumlah kegiatan pemulihan yang didukung antara lain reaktivasi masjid, meunasah, dan dayah di Aceh bersama Wahid Foundation sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur ibadah dan pendidikan. Selain itu, bersama BenihBaik.com dilakukan pembangunan sumur bor, fasilitas sanitasi MCK komunal, serta sarana pendidikan untuk memastikan akses air bersih dan fasilitas belajar yang layak bagi masyarakat terdampak.
Adapun bersama Sahabat Pedalaman, dukungan diwujudkan melalui pembangunan jembatan, sumur bor, dan fasilitas sanitasi MCK guna memulihkan konektivitas wilayah serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Kautsar menyatakan kolaborasi ini ditujukan tidak hanya untuk bantuan jangka pendek, tetapi juga untuk membangun kembali fondasi kehidupan masyarakat, mulai dari akses air bersih dan sanitasi hingga penguatan fungsi sosial dan pendidikan di daerah terdampak. Ia menambahkan, pasar modal Indonesia tidak hanya berperan sebagai penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial yang inklusif dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang.

