PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) meraih dua penghargaan dalam ajang Top 20 Financial Institutions Award 2025 yang diselenggarakan The Finance, member of Infobank Media Group. Acara penganugerahan digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 28 Oktober 2025.
Dua penghargaan tersebut meliputi Top 20 Financial Institutions Award 2025 untuk kategori bank beraset Rp25 triliun–Rp50 triliun dengan predikat “Sangat Bagus”, serta The Best CFO 2025 yang diberikan kepada Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut, Arieta Aryanti.
Arieta menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menyebut penghargaan itu sebagai hasil kerja kolektif di internal perusahaan serta dukungan para pemangku kepentingan. Ia juga menilai penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Bank Sumut menjaga kinerja keuangan yang sehat, tata kelola yang baik, dan komitmen untuk bertumbuh secara berkelanjutan.
Menurut Arieta, di tengah tantangan industri perbankan, Bank Sumut menekankan kolaborasi, konsistensi, dan komitmen terhadap visi pertumbuhan berkelanjutan. Ia mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga memperkuat tata kelola, manajemen risiko, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta akselerasi digitalisasi.
Transformasi digital dan peningkatan kualitas SDM disebut menjadi prioritas, antara lain melalui penguatan kompetensi pegawai agar mampu menguasai teknologi dan memahami kebutuhan nasabah di era digital. Arieta menambahkan, inovasi layanan digital dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas jangkauan layanan bagi nasabah ritel maupun korporasi.
Dalam aspek tata kelola, Bank Sumut menyatakan berpegang pada prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) untuk memastikan proses bisnis berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi, dengan tujuan memperkuat kepercayaan publik serta menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Bank Sumut juga melaporkan kinerja hingga kuartal III 2025. Per September 2025, total aset tercatat Rp47 triliun, tumbuh 7,58% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp43,6 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp38,8 triliun atau naik 9,84% yoy dari Rp35,3 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tercatat Rp32,4 triliun, meningkat 7,05% yoy. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) dilaporkan berada di level 2,60%.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih hingga September 2025 tercatat Rp539 miliar, naik 3,63% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp520 miliar.

