BERITA TERKINI
Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra Picu Debat Publik soal Penyebab dan Tanggung Jawab

Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra Picu Debat Publik soal Penyebab dan Tanggung Jawab

Memasuki Desember sebagai penutup tahun 2025, Indonesia diguncang rangkaian bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi besar di Pulau Sumatra. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam karena menyebabkan kerugian luas, baik materiil maupun korban jiwa, serta memunculkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama mereka yang tinggal di wilayah terdampak maupun daerah lain dengan karakter geografis serupa.

Seiring dampak yang ditimbulkan, pembicaraan dan perdebatan publik berkembang luas. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari penyebab utama bencana, alasan peristiwa tersebut dinilai tidak terdeteksi lebih awal, hingga pihak yang semestinya bertanggung jawab atas terjadinya bencana yang memakan banyak korban.

Rangkaian bencana dilaporkan bermula di Aceh, kemudian berlanjut ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Selain itu, kejadian serupa juga disebut terjadi di sejumlah daerah lain meski dalam skala lebih kecil, di antaranya Malang dan Bandung.

Secara formal, otoritas menyebut penyebab bencana berkaitan dengan curah hujan ekstrem yang dipicu kondisi sistem siklon atmosfer, seperti Siklon Tropis Senyar. Namun di sisi lain, sebagian masyarakat menilai bencana tersebut juga diperparah oleh persoalan pengelolaan lingkungan yang dinilai kurang bertanggung jawab, termasuk deforestasi serta alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan, pertambangan, maupun permukiman. Kondisi itu dinilai mengurangi kemampuan hutan dan tanah dalam menyerap dan menahan limpasan air hujan yang deras.