BERITA TERKINI
Avrist: Sinergi Lintas Lini Bisnis Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Industri Asuransi 2026

Avrist: Sinergi Lintas Lini Bisnis Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Industri Asuransi 2026

JAKARTA — Ketidakpastian ekonomi global, perubahan perilaku konsumen, dan percepatan digitalisasi diproyeksikan menjadi tantangan utama industri asuransi pada 2026. Dalam situasi tersebut, penguatan tata kelola internal, penyelarasan strategi distribusi, serta kemampuan membaca data pasar dinilai makin menentukan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan asuransi.

PT Avrist Assurance menilai respons terhadap tantangan ini tidak cukup dilakukan lewat penyesuaian produk semata. Perusahaan menekankan perlunya konsolidasi lintas lini bisnis agar strategi berjalan selaras, termasuk penyelarasan antara jalur distribusi, fungsi operasional, dan manajemen risiko untuk menjaga kepercayaan nasabah di tengah dinamika industri.

Direktur Keuangan Avrist Assurance Agus Setiawan menyampaikan kolaborasi internal menjadi fondasi agar perusahaan dapat beradaptasi secara berkelanjutan. “Dengan dinamika industri yang ada, kolaborasi adalah kunci untuk kita berjalan bersama. Saya yakin dengan menganalisis kondisi pasar, membaca data, serta memanfaatkan perkembangan teknologi dengan cermat dan tepat, kita bisa menciptakan peluang untuk maju bersama,” kata Agus dalam siaran pers, Sabtu (24/1/2026).

Untuk memperkuat sinergi lintas bisnis, Avrist Assurance menggelar kegiatan tahunan Avrist Kick Off selama dua hari pada 19–20 Januari 2026 di Jakarta. Kegiatan ini diikuti seluruh elemen sales channel perusahaan.

Direktur Bisnis Avrist Assurance Aldi Rinaldi mengatakan kegiatan tersebut dimaknai sebagai tekad dan komitmen bersama, bukan sekadar acara seremonial. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen perusahaan agar pertumbuhan tetap agresif namun berkualitas. “Dengan semangat Together Stronger, seluruh elemen perusahaan harus bisa bersinergi untuk memastikan pertumbuhan yang agresif namun tetap berkualitas, sehingga kita bisa menjadikan tahun 2026 sebagai momentum pertumbuhan eksponensial bagi perusahaan,” ujarnya.

Avrist menilai penyelarasan strategi antarjalur distribusi—mulai dari agency, bancassurance, employee benefit, hingga kanal digital—menjadi krusial di tengah kompetisi yang kian ketat. Setiap kanal disebut memiliki karakter pasar dan risiko berbeda, sehingga memerlukan pendekatan terkoordinasi agar ekspansi tidak mengorbankan kualitas portofolio.

Selain distribusi, penguatan ekosistem bisnis juga menjadi perhatian. Keterlibatan entitas dalam Avrist Group, seperti asuransi umum, manajemen aset, dan dana pensiun, dipandang dapat memperkuat daya saing melalui integrasi layanan dan efisiensi operasional.

Dari sisi kepemimpinan dan kesiapan organisasi, Avrist menilai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi kunci. Ketidakpastian pasar, perkembangan teknologi, serta perubahan regulasi dinilai menuntut organisasi lebih lincah dalam mengambil keputusan dan mengelola risiko.

Avrist juga menegaskan fokus jangka panjang pada pembangunan fondasi bisnis yang berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi secara terukur, serta penguatan manajemen risiko. Pendekatan ini disebut diarahkan untuk mendukung visi perusahaan dalam memperluas akses perlindungan asuransi sekaligus menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri 2026.