PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menyiapkan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue untuk memperkuat permodalan. Rencana tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi.
Dalam aksi ini, YOII berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 684.937.500 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham baru akan berasal dari saham portepel perseroan dan selanjutnya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan menargetkan pelaksanaan PMHMETD I pada 2026, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) serta setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.
Manajemen menyampaikan jumlah saham yang akan diterbitkan dalam PMHMETD I masih bergantung pada kebutuhan dana perseroan serta harga pelaksanaan. Jika terdapat perubahan atas jumlah maksimum saham yang akan diterbitkan, perseroan akan mengumumkannya bersamaan dengan pemanggilan RUPSLB pada 6 Februari 2026.
YOII menyebut aksi korporasi ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB. Dana hasil penambahan modal, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja perseroan. Melalui langkah ini, perseroan berharap struktur permodalan menjadi lebih kuat sekaligus memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebagaimana diatur dalam POJK No. 23 Tahun 2023.
Dari sisi pemegang saham, penerbitan saham baru melalui PMHMETD I berpotensi menimbulkan dilusi hingga maksimal 16,67% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya. Agenda RUPSLB juga mencakup persetujuan perubahan Anggaran Dasar perseroan seiring perubahan struktur permodalan setelah rights issue.

