BERITA TERKINI
Analis: Konflik Iran-AS Dorong Tekanan Sentimen Jangka Pendek pada Pasar Saham

Analis: Konflik Iran-AS Dorong Tekanan Sentimen Jangka Pendek pada Pasar Saham

Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada dasarnya memicu tekanan jangka pendek terhadap pasar saham global, termasuk Indonesia, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Menurut Elandry, dampak yang paling cepat terlihat adalah perubahan sentimen dan risk appetite investor di tingkat global. Ketika tensi meningkat, pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham di negara berkembang, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi dan volatilitas meningkat.

Ia menilai dampak saat ini masih dominan bersifat sementara dan lebih didorong faktor sentimen. Namun, apabila eskalasi berlanjut hingga mengganggu distribusi energi global—terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz—dampaknya dapat berkembang menjadi jangka menengah.

Elandry menjelaskan, kenaikan harga minyak yang bertahan lebih lama berpotensi memicu tekanan inflasi dan memengaruhi kebijakan moneter. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak pada arus modal dan stabilitas pasar.

Dalam situasi seperti ini, ia melihat pergeseran dana investor mengarah ke aset safe haven seperti emas, dolar AS, dan obligasi pemerintah. Sementara di pasar saham, pada fase awal investor biasanya mulai masuk ke saham berbasis emas serta sektor energi seperti oil & gas yang dinilai diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas.