BERITA TERKINI
AllianzGI: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Tangguh di Tengah Gejolak Global

AllianzGI: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Tangguh di Tengah Gejolak Global

Ketidakpastian geopolitik global meningkat seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang turut memengaruhi stabilitas pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang memperbesar risiko adalah penutupan efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang biasanya menyalurkan sekitar 20 juta barel minyak per hari, sehingga memicu volatilitas di pasar global.

Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia menilai situasi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan jangka pendek bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, terutama melalui kenaikan biaya energi serta meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan. Meski demikian, perusahaan menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang relatif baik.

President Director AllianzGI Indonesia Aliyahdin (Adi) Saugi menyatakan bahwa, meskipun tingkat ketidakpastian meningkat, Indonesia tetap memiliki prospek investasi jangka panjang yang menarik. Ia menilai volatilitas eksternal dapat memicu koreksi pasar dari waktu ke waktu, namun fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap terjaga berkat konsumsi rumah tangga yang kuat, iklim investasi yang semakin baik, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Dalam menghadapi dinamika pasar, AllianzGI Indonesia menerapkan pendekatan pengelolaan portofolio yang berhati-hati namun tetap oportunistik. Strategi investasi difokuskan pada diversifikasi, manajemen risiko yang disiplin, serta pemilihan sektor dan emiten secara selektif.

Adi menjelaskan, perusahaan berfokus pada emiten dengan profil pendapatan yang tangguh, arus kas kuat, neraca keuangan sehat, serta kemampuan mempertahankan pembayaran dividen. Menurutnya, karakteristik tersebut dapat membantu memberikan perlindungan saat terjadi penurunan di tengah periode ketidakpastian global.

Selain itu, AllianzGI Indonesia juga secara selektif memanfaatkan peluang yang muncul akibat dislokasi pasar. Fokus diarahkan pada sektor yang diuntungkan oleh kuatnya permintaan domestik, memiliki model bisnis yang efisien dalam penggunaan energi, serta sektor yang memiliki pricing power.

Melalui proses investasi yang disiplin dan aktif, AllianzGI Indonesia menyatakan berupaya menjaga ketahanan portofolio sekaligus tetap siap memanfaatkan peluang ketika kondisi pasar mulai stabil dan volatilitas mereda.

Dari perspektif global, AllianzGI menilai gangguan jalur energi dan produksi di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, telah memperketat pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga energi. Dalam skenario dasar mereka, kondisi pasar energi diperkirakan tetap ketat namun masih dapat dikelola, dengan gangguan pasokan berkepanjangan disebut sebagai risiko utama bagi pertumbuhan ekonomi dan inflasi.