JAKARTA — Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi tertekan, tetapi masih menunjukkan daya tahan yang relatif solid. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan tetap berada di jalurnya, didukung kebijakan pemerintah yang dinilai kondusif, kondisi keuangan korporasi yang kuat, serta perkembangan berkelanjutan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut AllianzGI, kondisi tersebut memberikan dukungan bagi aset berisiko. Namun, ketidakpastian fundamental dan politik global masih tinggi, sehingga investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor yang berpotensi memicu fluktuasi pasar dalam jangka menengah.
AllianzGI menyoroti dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat dan agenda politik sebagai faktor eksternal yang dapat mendorong volatilitas. Tim CIO AllianzGI dalam Laporan House View Q1 2026 menyatakan bahwa latar belakang saat ini relatif kondusif bagi aset berisiko dan mereka meyakini puncak ketidakpastian telah terlewati, meski kewaspadaan tetap diperlukan.
“Latar belakang ini relatif kondusif bagi aset berisiko. Meski ketidakpastian fundamental dan politik tetap tinggi, kami yakin puncaknya telah terlewati. Kendati demikian, investor tetap perlu mencermati potensi volatilitas pasar, terutama menjelang pemilu paruh waktu AS maupun transisi Ketua The Fed,” ujar Tim CIO AllianzGI, Selasa (27/1/2026).
Di sisi lain, AllianzGI menilai AI masih menjadi tema investasi utama, tetapi memerlukan pendekatan yang disiplin dan terdiversifikasi. Menurut mereka, sektor ini belum memasuki fase gelembung, sehingga melewatkan peluang pertumbuhan lanjutan justru berpotensi merugikan investor.
Peluang investasi berbasis AI juga dinilai meluas ke ekosistem yang lebih luas, termasuk sektor energi dan infrastruktur. Meski demikian, AllianzGI menekankan pentingnya investor tetap memperhatikan risiko volatilitas pasar seiring dinamika kebijakan dan politik global.

