BERITA TERKINI
Akses Luwu Raya Ditutup, Disdag Luwu Timur Lobi Pertamina untuk Suplai BBM via Jalur Poso

Akses Luwu Raya Ditutup, Disdag Luwu Timur Lobi Pertamina untuk Suplai BBM via Jalur Poso

Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu Timur melakukan lobi ke Pertamina untuk mendorong suplai bahan bakar minyak (BBM) sebagai upaya menekan kelangkaan di daerah tersebut. Kelangkaan terjadi setelah akses Jalan Trans Sulawesi di sejumlah wilayah Luwu Raya ditutup, sehingga distribusi BBM terdampak.

Kepala Dinas Perdagangan Luwu Timur, Senfry, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina, termasuk mengusulkan mobil tangki dari Sulawesi Tengah melalui jalur Poso. Namun, usulan tersebut masih dalam tahap evaluasi.

“Untuk mobil tangki dari Sulteng, kami sempat usulkan di awal ke SBM Pertamina, tetapi dalam pelaksanaannya masih dievaluasi pihak Pertamina,” kata Senfry, Minggu, 25 Januari 2026.

Menurut Senfry, dalam proses evaluasi itu Pertamina menyampaikan kekhawatiran terkait keamanan selama mobilisasi BBM melalui jalur Poso. “Masih dievaluasi oleh Pertamina, mereka katakan tidak ada jaminan pengamanan MT di perjalanan,” ujarnya mengutip pernyataan Pertamina.

Hingga Minggu siang, Senfry menyebut belum ada kepastian mengenai pasokan BBM dari Sulawesi Tengah ke Luwu Timur karena Pertamina belum memberikan keputusan. “Saat ini belum ada kepastian, tapi kita tetap harapkan Pertamina drop dari Poso kalau jalan masih ditutup di Luwu Utara,” jelasnya.

Di tengah ketidakpastian pasokan, kelangkaan BBM turut memicu kenaikan harga di tingkat pengecer. Pantauan pada Minggu, 25 Januari 2026, harga pertalite di tingkat pengecer dilaporkan mencapai Rp60 ribu per botol.

Selain itu, muncul keluhan warga terkait alasan keamanan yang disampaikan Pertamina. Salah satu warga mempertanyakan peran aparat dalam memastikan kelancaran distribusi, serta menilai jalur Poso–Luwu Timur tidak terdengar adanya aksi demonstrasi. “Kalau alasan pengaman di jalan, lantas apa peran Polisi, TNI dan aparat lainnya, lagian juga jalur Poso ke Luwu Timur tidak ada aksi demo, ini alasan atau memang tidak mau,” ujarnya.

Warga juga menyoroti dugaan praktik penimbunan BBM subsidi oleh oknum pengecer yang memanfaatkan situasi kelangkaan untuk menjual kembali dengan harga lebih tinggi.