BERITA TERKINI
Airlangga: Konsumsi Rumah Tangga Menyumbang 54 Persen PDB, Indikator Makro Dinilai Masih Kuat

Airlangga: Konsumsi Rumah Tangga Menyumbang 54 Persen PDB, Indikator Makro Dinilai Masih Kuat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan sejumlah indikator ekonomi makro Indonesia masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/03/2026).

Dalam laporannya, Airlangga menyampaikan bahwa konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi konsumsi rumah tangga tercatat sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Dari segi ekonomi makro, konsumsi domestik baik, kuat 54 persen dari PDB dan Mandiri Spending Index berada di angka 360,7,” ujar Airlangga.

Selain konsumsi, Airlangga juga menyinggung posisi utang luar negeri Indonesia yang dinilai masih terkendali. Hingga saat ini, rasio utang luar negeri terhadap PDB tercatat sekitar 29,9 persen.

“Utang luar negeri masih rendah, sekitar 29,9 persen dari PDB, masih di bawah 30 persen,” kata Airlangga.

Dari sisi ketahanan eksternal, pemerintah mencatat cadangan devisa Indonesia berada di atas USD150 miliar. Menurut Airlangga, level tersebut dinilai cukup kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah juga menilai penggunaan skema local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan internasional semakin meningkat. Nilai transaksi LCS Indonesia dengan sejumlah negara mitra, seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan China, tercatat mencapai USD25,56 miliar, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD12,9 miliar.

Peningkatan penggunaan mata uang lokal tersebut dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional.