BERITA TERKINI
Wamendag: Swasembada Jadi Kunci Hadapi Dinamika Geopolitik Global

Wamendag: Swasembada Jadi Kunci Hadapi Dinamika Geopolitik Global

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menekankan pentingnya kemandirian atau swasembada di berbagai sektor untuk menghadapi situasi konflik dan dinamika geopolitik dunia yang terus berubah. Menurutnya, kemampuan untuk mencukupi kebutuhan sendiri menjadi bekal agar Indonesia tetap bertahan dalam berbagai kondisi.

Dalam wawancara siniar ANTARA di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, Roro menyampaikan keprihatinan atas eskalasi ketegangan geopolitik yang belakangan terjadi, termasuk yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Ia menilai situasi tersebut turut berdampak pada negara-negara di kawasan Asia Barat seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Meski demikian, Roro menyatakan optimistis Indonesia dapat menghadapi perkembangan global tersebut dengan baik. Ia mengatakan Indonesia konsisten mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan berupaya menjalin hubungan baik dengan seluruh negara.

Roro juga menyampaikan bahwa upaya memperkuat ketahanan energi dan pangan nasional berjalan beriringan dengan langkah memperluas pasar ekspor produk Indonesia. Salah satu contohnya adalah pengiriman 2.280 ton beras ke Arab Saudi untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia, yang sekaligus dinilai sebagai momentum untuk membuka pasar baru.

Ia menjelaskan, beras yang dikirim merupakan hasil pengadaan gabah segar dari petani dalam negeri yang diproses menggunakan Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi. Produk tersebut disebut memiliki kadar air terjaga, tingkat pecahan maksimal 5 persen, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal.

Ekspor tersebut juga disebut telah memperoleh dukungan dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, yang mewajibkan seluruh dapur penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah menggunakan Beras Bulog Befood Nusantara untuk musim haji 2026.

Lebih lanjut, Roro mengatakan salah satu tujuan utama ekspor beras ke Arab Saudi adalah untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji Indonesia yang dinilai lebih menyukai jenis nasi yang familier dengan selera di Tanah Air.