Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., membuka Pelatihan Penguatan Penerapan Strategi Pemasaran bagi Koperasi pada Rabu (10/12/2025) pagi. Kegiatan yang digelar di Ruang Kaloka Lantai 4 Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan koperasi.
Pelatihan tersebut dihadiri Asisten Deputi Pemasaran pada Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, para pengurus koperasi, anggota TP PKK, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Robby menekankan pentingnya koperasi beradaptasi terhadap perubahan pasar dan teknologi. Ia menyebut strategi pemasaran yang kuat menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing koperasi.
“Koperasi harus memiliki strategi pemasaran yang kuat sebagai kunci daya saing. Melalui pelatihan ini diharapkan kemampuan pengurus dan anggota koperasi dalam pemasaran kreatif, efektif, dan profesional dapat meningkat, sehingga koperasi mampu menerapkan strategi pemasaran modern, menjadi lebih kompetitif, serta mengelola usaha secara efisien, mandiri, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Asisten Deputi Pemasaran Kemenkop UKM RI, Fiter Beresman Silaen, menyampaikan pelatihan ini dinilai penting untuk membangun kembali citra dan kualitas koperasi. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan komitmen untuk mendorong kemajuan Kota Salatiga.
“Saya melihat peserta sangat antusias untuk menjadikan Kota Salatiga semakin maju dan berdampak. Program pemerintah pusat menekankan pengembangan koperasi yang berkemajuan, inovatif, dan terkonsolidasi. Kita ingin membangun koperasi yang kekinian sekaligus menjadi jalur pendistribusian ekonomi yang lebih merata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si., menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Koperasi untuk memperkuat kapasitas koperasi dalam pemasaran, branding, serta pemanfaatan strategi digital.
“Kegiatan ini merupakan komitmen bersama Pemerintah Pusat dan Daerah untuk meningkatkan daya saing koperasi dan memperkuat ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas, termasuk PKK sebagai mitra strategis. Materi pelatihan mencakup transformasi menuju industri UMKM, pemanfaatan merek kolektif untuk penguatan produk unggulan daerah, serta pemahaman perkoperasian modern, dengan narasumber dari Ketua TP PKK Kota Salatiga, fasilitator praktisi perkoperasian Indonesia, serta fasilitator Direktorat Kekayaan Intelektual,” paparnya.
Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, yang turut menjadi narasumber, memaparkan materi berjudul “Transformasi Menuju Industri UMKM, Peran Koperasi sebagai Organisasi Produk Bersama.” Ia menjelaskan peran koperasi sebagai agregator yang menghubungkan pelaku UMKM agar memiliki kekuatan kolektif yang lebih efisien dan kompetitif.
“Sebagai agregator, koperasi bertindak sebagai penghubung yang menyatukan kekuatan UMKM yang lemah secara individu menjadi kekuatan kolektif yang efisien dan kompetitif. SOP Kolektif menjadi kunci keberhasilan model produk bersama, memastikan kualitas dan konsistensi produk tetap terjaga meski dihasilkan oleh banyak pihak,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Salatiga bersama pemerintah pusat menargetkan penguatan ekosistem koperasi dan UMKM di daerah. Peningkatan kapasitas dan pemahaman strategi pemasaran modern diharapkan mendorong koperasi bertransformasi, semakin berdaya, dan memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

