Kota Bandung terus menegaskan posisinya sebagai kota seni dan kreativitas yang dinilai berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Sepanjang 2025, Bandung disebut berhasil menarik hampir 20 juta pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia melalui beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni, seminar, kegiatan ilmiah, hingga ajang olahraga.
Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberi sambutan dalam acara Drama Musical Gebyar Santa Angela, yang digelar dalam rangka Hari Raya Santa Angela dan ulang tahun ke-120 Santa Angela Bandung di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).
Farhan mengatakan rangkaian event yang berlangsung di Bandung turut menggerakkan perekonomian kota. Ia berharap laporan Badan Pusat Statistik (BPS) segera terbit dengan indikator yang membaik, seperti penurunan angka kemiskinan, turunnya tingkat pengangguran terbuka, serta pertumbuhan ekonomi yang dapat menembus di atas lima persen.
Menurut Farhan, pertumbuhan ekonomi yang secara persentase terlihat kecil tetap akan berdampak besar jika dikalikan dengan nilai ekonomi Kota Bandung yang disebut mencapai ratusan triliun rupiah.
Ia juga menjelaskan alasan mengangkat isu ekonomi di tengah acara pertunjukan seni. Farhan menilai daya tarik utama Bandung yang membuat jutaan orang datang adalah suasana atau “vibe seni” yang khas.
Farhan menyebut ada dua faktor utama yang membentuk suasana tersebut. Pertama, kondisi alam berupa cuaca Bandung yang sejuk dan nyaman untuk beraktivitas. Ia menilai udara Bandung membuat orang betah, terutama saat hujan dan angin sepoi-sepoi.
Faktor kedua, menurutnya, adalah kekuatan seni dan kreativitas warganya yang tumbuh dari nilai keberagaman. Farhan menekankan bahwa kreativitas berkembang ketika masyarakat menjaga kecintaan pada bumi, kemanusiaan, dan keanekaragaman. Ia menyatakan di Bandung tidak boleh ada keseragaman, melainkan keberagaman.
Ia menilai keberagaman memicu keberanian berekspresi dan melahirkan kreativitas secara alami. Karena itu, Farhan menekankan pentingnya ruang-ruang ekspresi, terutama panggung seni, sebagai tempat awal anak-anak belajar mengekspresikan diri.
Farhan turut berbagi pengalaman pribadinya yang sejak kecil akrab dengan panggung seni dan menilai hal itu membentuk jalan hidupnya. Ia menutup sambutannya dengan menegaskan seni sebagai bagian dari hidup dan identitas Kota Bandung.

