Wakil Perdana Menteri Vietnam Nguyen Hoa Binh menghadiri upacara pembukaan kursus pelatihan bagi para manajer Pusat Keuangan Internasional (International Financial Center/IFC). Program ini diikuti 35 peserta tingkat manajemen dari IFC di Kota Ho Chi Minh dan Da Nang, Bank Negara Vietnam, serta sejumlah bank komersial.
Kursus tersebut berfokus pada perancangan produk keuangan khusus dan strategi menarik investasi. Dua topik ini disebut sebagai faktor penting untuk meningkatkan daya saing Pusat Keuangan Internasional Vietnam di pasar global.
Pelatihan bertajuk IFCR03 merupakan kursus ketiga dalam rangkaian program pelatihan manajer IFC yang diselenggarakan Universitas Vietnam-Jerman. Program ini ditujukan untuk membekali peserta dengan dasar mengenai model kelembagaan, operasional pusat keuangan, pasar keuangan, serta stabilitas makroekonomi.
Dalam pidato pembukaan, Nguyen Hoa Binh menekankan bahwa keberhasilan pembangunan dan pengoperasian Pusat Keuangan Internasional Vietnam merupakan komponen strategis dalam transformasi model pertumbuhan. Menurutnya, pusat keuangan internasional yang modern dapat membantu penguatan pasar modal, menghubungkan Vietnam secara langsung dengan arus modal global, mendiversifikasi produk keuangan, serta mendorong keuangan hijau dan keuangan digital.
Ia juga menyebut keberadaan pusat keuangan internasional diharapkan mendukung pembiayaan proyek infrastruktur, teknologi, dan energi bersih yang dipandang sebagai bidang kunci bagi pembangunan jangka panjang.
Nguyen Hoa Binh menyatakan pembangunan pusat keuangan internasional Vietnam perlu bertumpu pada lima elemen inti, yakni konektivitas global; infrastruktur hukum yang stabil dan transparan; sumber daya manusia berkualitas tinggi; kapasitas operasional dan tata kelola; serta ekosistem pendukung pembangunan.
Di antara elemen tersebut, ia menegaskan faktor manusia bersifat menentukan. Tanpa tim manajer yang memahami pasar keuangan internasional dan para ahli yang mampu merancang produk, mengoperasikan infrastruktur perdagangan, serta memantau risiko, kebijakan yang canggih sekalipun akan sulit diterapkan.
Wakil Perdana Menteri mengapresiasi langkah proaktif Universitas Vietnam-Jerman dalam menyelenggarakan program pelatihan ini, termasuk keterlibatan para ahli terkemuka dari Eropa, sebagai bentuk kemitraan universitas dengan pemerintah dalam menjalankan tugas yang diberikan.
IFCR03 diajarkan langsung oleh Hubertus Vaeth, CEO pendiri Frankfurt Main Finance dan Wakil Presiden pendiri Global Alliance of International Financial Centers. Vaeth meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Johannes Gutenberg Mainz, Jerman. Sebelum memimpin Frankfurt Main Finance pada 2008, ia menghabiskan hampir 12 tahun berkarier di Deutsche Bank dengan penugasan di sejumlah pusat keuangan, termasuk Frankfurt, Hamburg, dan Singapura, serta terlibat dalam analisis risiko negara, strategi makroekonomi, dan pengembangan segmen bisnis keuangan internasional.
Pada kesempatan yang sama, Nguyen Hoa Binh mengusulkan tiga arah strategis bagi peran Universitas Vietnam-Jerman ke depan. Pertama, memperkuat model kerja sama pendidikan tinggi untuk memfasilitasi akses terhadap standar pelatihan, penelitian, dan manajemen universitas Eropa di Vietnam, sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai penghubung antara akademisi, teknologi, dan kebijakan Vietnam–Eropa.
Kedua, ia menilai program pelatihan sumber daya manusia untuk IFC mencerminkan pendekatan proaktif universitas dalam menyiapkan tenaga di bidang produk keuangan, penarikan investasi, platform perdagangan, struktur pasar, dan infrastruktur teknologi. Ia juga mendorong universitas meningkatkan program STEM di bidang kecerdasan buatan, big data, teknologi keuangan, energi, dan semikonduktor agar menjadi pusat pelatihan sumber daya manusia keuangan internasional dan STEM berkualitas Jerman di Vietnam.
Ketiga, ia meminta universitas terus mempelopori model hubungan erat antara universitas, dunia usaha, dan pemerintah, guna menyiapkan mahasiswa dan peserta pelatihan agar mampu beradaptasi dalam lingkungan global yang dinamis. Penguatan keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan pasar dan perencanaan kebijakan, sambil menjaga standar akademik internasional, dinilai dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.
Nguyen Hoa Binh juga menyampaikan harapan agar Universitas Vietnam-Jerman dapat menjadi saluran konsultasi kebijakan yang penting bagi pemerintah serta Kota Ho Chi Minh dan Da Nang, khususnya terkait kerangka kelembagaan, mekanisme kebijakan, dan strategi pembangunan Pusat Keuangan Internasional.

