VPS mencatat perubahan besar dalam struktur pendanaan berdasarkan neraca per 31 Desember 2025. Setelah bertahun-tahun mengandalkan pinjaman bank jangka pendek untuk membiayai aktivitas pinjaman margin, perusahaan terlihat menggeser strategi dari sumber dana berjangka pendek ke pendanaan yang lebih panjang.
Sepanjang 2025, pinjaman bank jangka pendek VPS turun signifikan dari lebih dari 18.300 miliar VND pada awal tahun menjadi sekitar 12.900 miliar VND di akhir tahun. Namun penurunan ini tidak berarti kebutuhan modal perusahaan mengecil. VPS justru menutup selisih tersebut dengan menerbitkan tambahan obligasi jangka panjang hampir 5.000 miliar VND.
Peralihan dari pinjaman jangka pendek ke obligasi jangka panjang mencerminkan upaya membangun sumber modal yang lebih stabil. Dengan mengurangi ketergantungan pada pendanaan yang terus berada di bawah tekanan jatuh tempo dan lebih sensitif terhadap fluktuasi suku bunga, perusahaan memperoleh fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan waktu penggunaan dana. Langkah ini juga dinilai memberi ruang bagi VPS untuk tidak terlalu terikat pada persyaratan yang umumnya melekat pada pinjaman bank.
Kebutuhan modal VPS terutama terkait dengan besarnya saldo pinjaman margin yang belum terbayar, yang mencapai 22.596 miliar VND pada akhir 2025. Di tengah indikasi kejenuhan pendapatan pialang akibat persaingan biaya transaksi nol persen, bunga dari pinjaman margin menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan.
Pada kuartal IV 2025, pendapatan bunga pinjaman tercatat lebih dari 765 miliar VND, naik 67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan peran pinjaman margin yang semakin dominan dalam model bisnis perusahaan.
Untuk mendukung strategi leverage tersebut, VPS juga memperkuat permodalan. Ekuitas perusahaan meningkat cepat dari 11.300 miliar VND menjadi lebih dari 28.800 miliar VND. Dengan surplus modal saham sebesar 11.510 miliar VND, VPS memiliki penyangga keuangan yang lebih besar untuk menopang aktivitasnya.

