Volume perdagangan derivatif kripto tercatat menurun pada Februari di tengah volatilitas pasar yang relatif rendah. Data CoinDesk menunjukkan volume perdagangan derivatif turun 2,41% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$4,11 triliun, yang menjadi level bulanan terendah sejak Oktober 2024.
Penurunan tersebut terjadi seiring pergerakan harga aset digital utama yang cenderung terbatas sepanjang Februari. Kondisi volatilitas rendah umumnya menekan aktivitas spekulasi dan lindung nilai (hedging), sehingga membuat volume perdagangan derivatif di berbagai bursa melemah.
Meski aktivitas melemah, segmen derivatif tetap mendominasi perdagangan kripto. Pada Februari, derivatif menyumbang 73,2% dari total volume pasar, sedikit meningkat dari 73,1% pada Januari.
Di sisi lain, persaingan antar-bursa untuk merebut pangsa pasar derivatif disebut semakin ketat. Dalam data CoinDesk, KuCoin menjadi salah satu bursa yang mencatat pertumbuhan pangsa pasar derivatif menonjol, dengan kenaikan sebesar 0,20% dan masuk dalam jajaran bursa dengan pertumbuhan pangsa pasar derivatif terbaik selama bulan tersebut.
Peningkatan tersebut mencerminkan kompetisi yang berlanjut di antara bursa global tingkat menengah untuk memperluas pangsa pasar, meskipun aktivitas perdagangan secara keseluruhan sedang menurun. Sejumlah bursa lain juga disebut membukukan kenaikan moderat dalam pangsa pasar derivatif pada periode yang sama.
Data Februari juga menggambarkan perkembangan struktur pasar bursa kripto yang terus bergerak. Ketika volatilitas menurun, bursa tetap bersaing melalui upaya meningkatkan likuiditas, memperluas produk, dan mengembangkan infrastruktur derivatif. Dengan derivatif yang menyumbang hampir tiga perempat dari total aktivitas perdagangan, pergeseran pangsa pasar kerap dipandang sebagai indikator penting untuk menilai daya saing platform serta kematangan ekosistem perdagangan.