Menteri Nguyen Van Thang menyatakan pasar saham Vietnam menargetkan ukuran setidaknya setara 100% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2026. Target ini disampaikan di tengah penilaian pemerintah bahwa kinerja pasar pada 2025 menunjukkan dinamika yang kuat dan menjadi salah satu yang menonjol di kawasan maupun dunia.
Menurut Thang, sepanjang 2025 pasar saham beroperasi stabil, aman, transparan, dan memiliki likuiditas tinggi. Ia menyebut VN-Index tumbuh lebih dari 40% dibandingkan tahun sebelumnya dan masuk jajaran pasar dengan kinerja terbaik secara global.
Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang tahun tercatat lebih dari 29.000 miliar VND per sesi, meningkat lebih dari 39%. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham naik 39,2% dibandingkan akhir tahun sebelumnya menjadi 9.985,77 triliun VND, setara dengan 86,7% dari perkiraan PDB Vietnam pada 2024.
Thang juga menyinggung pengumuman FTSE Russell yang menaikkan status Vietnam menjadi pasar negara berkembang sekunder pada 2025. Ia menilai langkah tersebut sebagai tonggak penting yang berpotensi menarik arus modal asing, memperdalam pasar, serta meningkatkan ukuran dan daya saing pasar keuangan Vietnam di kawasan.
Tahun 2026 dinilai memiliki makna khusus karena menandai awal fase pembangunan nasional baru yang menargetkan pertumbuhan ekonomi cepat dan berkelanjutan serta integrasi internasional yang lebih mendalam. Tahun yang sama juga menjadi peringatan 30 tahun berdirinya pasar saham Vietnam (28 November 1996–28 November 2026). Dalam konteks ini, Thang menekankan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas operasional, stabilitas, transparansi, dan keberlanjutan agar pasar lebih tangguh menghadapi guncangan eksternal.
Ia mencatat, pada awal 2026 pasar saham Vietnam tetap menunjukkan kinerja positif, dengan indeks dan likuiditas yang mempertahankan pertumbuhan. Pasar derivatif, obligasi pemerintah, dan obligasi korporasi disebut turut bertumbuh stabil dan berperan sebagai saluran mobilisasi modal jangka menengah dan panjang bagi anggaran negara maupun dunia usaha.
Meski demikian, Thang mengingatkan perekonomian Vietnam masih menghadapi tantangan akibat ketidakpastian global, termasuk fluktuasi ekonomi, keuangan, moneter, dan perdagangan. Karena itu, ia menilai pasar sekuritas perlu menjalani reformasi lebih signifikan dengan pendekatan yang lebih proaktif dan fleksibel dalam menyiapkan solusi pengelolaan dan operasional.
Menjawab kondisi tersebut, Thang menguraikan delapan tugas utama bagi pasar saham Vietnam. Di antaranya, penerapan solusi untuk mempertahankan peringkat serta mendorong peningkatan ke standar yang lebih tinggi. Pemerintah juga mendorong diversifikasi produk, mempromosikan penawaran umum perdana (IPO) yang terhubung dengan pencatatan saham untuk menambah pasokan, serta mendorong perusahaan penanaman modal asing (FDI) mencatatkan saham di bursa.
Selain itu, pengembangan pasar obligasi publik untuk perusahaan proyek dalam skema kemitraan pemerintah dan badan usaha (PPP) turut menjadi agenda, termasuk promosi penerbitan obligasi hijau dan obligasi infrastruktur guna mendukung pasar modal berkelanjutan dan mobilisasi sumber pendanaan bagi pembangunan ekonomi.
Thang juga menekankan upaya memperluas basis investor domestik dan menarik investor asing, antara lain melalui pelaksanaan rencana restrukturisasi investor dan pengembangan industri dana investasi sekuritas, serta penguatan diseminasi informasi, pelatihan, dan peningkatan pemahaman investor individu.
Dari sisi tata kelola, ia menyoroti perlunya kerangka hukum yang lengkap dan selaras dengan kebutuhan pengawasan baru serta tren perkembangan pasar, disertai percepatan modernisasi infrastruktur teknologi informasi. Ia menekankan pentingnya peningkatan dan perluasan sistem KRX serta modernisasi operasional untuk memudahkan aktivitas bisnis dan menjaga efisiensi pasar.
Thang juga menyampaikan perlunya implementasi, pengoperasian, pengelolaan, dan pengawasan dini terhadap pasar-pasar baru, seperti perdagangan kredit karbon, aset kripto, dan pasar sekuritas khusus untuk perusahaan rintisan inovatif.
“Kementerian Keuangan berkomitmen untuk menciptakan semua kondisi dan memberikan dukungan maksimal bagi perkembangan pasar saham yang stabil, aman, dan berkelanjutan. Saya percaya bahwa pada tahun 2026, pasar saham akan terus berkembang dengan kuat, profesional, dan terintegrasi, serta memberikan kontribusi yang semakin penting bagi pembangunan ekonomi negara,” kata Thang.

