BERITA TERKINI
Tembakau Dorong Inflasi, Disperindag Tangerang Sebut Dampak Kenaikan Tarif Cukai

Tembakau Dorong Inflasi, Disperindag Tangerang Sebut Dampak Kenaikan Tarif Cukai

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Rizky Maria Puspita Girsang, menyatakan tren inflasi mengalami kenaikan dibanding Desember 2025. Meski demikian, ia menilai harga komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat masih dalam kondisi terkendali.

Menurut Rizky, sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat, terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, menjadi faktor utama pendorong inflasi. Ia menyoroti tembakau sebagai salah satu penyumbang inflasi seiring adanya kenaikan tarif cukai tembakau yang diberlakukan Kementerian Keuangan.

“Secara nasional, inflasi tahunan pada Desember 2025 mencapai 2,92 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi Desember 2024. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga komoditas konsumsi harian, khususnya makanan, minuman, dan tembakau,” kata Rizky.

Ia menambahkan, inflasi bulanan dari Desember 2025 ke Januari 2026 juga naik tipis. Dalam periode tersebut, kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang kenaikan inflasi, disertai variabel lain yang turut memengaruhi inflasi daerah pada Januari 2026.

Rizky menyebut inflasi bulanan Januari 2026 terhadap Desember 2025 tercatat naik 0,64 persen. Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, inflasi juga dipengaruhi sektor transportasi serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Meski inflasi meningkat, Rizky memastikan harga bahan pokok masih relatif aman dan terkendali, dengan mayoritas komoditas berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, ia mencatat adanya kenaikan pada komoditas minyak goreng.

“Pengecualian terjadi pada produk Minyakita yang di beberapa wilayah mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Dari sisi Indeks Perkembangan Harga (IPH), pada minggu ketiga Januari 2026 tercatat sebesar 0,33 persen. Rizky menilai capaian tersebut menunjukkan kondisi yang relatif stabil karena masih berada di bawah angka satu persen.

Ia menjelaskan, komoditas yang berkontribusi terhadap IPH antara lain beras, minyak goreng, dan udang basah. Angka ini lebih rendah dibanding IPH minggu kedua Januari 2026 yang berada di 0,52 persen.

Secara umum, Rizky menyebut kondisi inflasi di Kabupaten Tangerang masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Pemerintah daerah, kata dia, terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi daerah.