BERITA TERKINI
Soekarwo: Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen Perlu Diiringi Penguatan Daya Beli

Soekarwo: Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen Perlu Diiringi Penguatan Daya Beli

Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,11 persen. Capaian ini dinilai menunjukkan ketahanan domestik yang kuat dan relatif lebih baik dibanding sejumlah kawasan besar dunia.

Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai ekonomi Indonesia memasuki babak baru, seiring Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang disebut telah menembus 5.000 dolar AS per tahun. Dalam siaran pers pada Minggu, 22 Februari 2026, ia menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat daya beli masyarakat.

“Pertumbuhan 5,11 persen harus dijaga sebagai momentum penguatan daya beli rakyat. Kebijakan publik wajib memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” kata Soekarwo.

Menurutnya, pencapaian indikator makro perlu diimbangi dengan penguatan daya beli masyarakat luas. Ia menilai pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mencerminkan peningkatan kesejahteraan kelompok bawah dan rentan.

Soekarwo menyebut daya beli masyarakat sebagai indikator yang lebih substantif dibanding sekadar angka pertumbuhan. Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar dalam struktur PDB nasional.

Ia menambahkan, arah pembangunan nasional perlu memperkuat ekonomi domestik dan sektor riil. Dalam pandangannya, negara perlu hadir secara aktif untuk menjaga stabilitas harga, ketersediaan lapangan kerja, serta perlindungan sosial.

Soekarwo turut menyoroti struktur ketenagakerjaan yang masih didominasi sektor informal dengan pendapatan tidak tetap. Kondisi ini, menurutnya, membuat masyarakat lebih rentan terhadap kenaikan harga pangan dan energi.