Sigenergy resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong. Pendiri sekaligus CEO Sigenergy, Tony Xu, menyampaikan apresiasi kepada investor, mitra, penasihat, distributor dan instalatur global, serta karyawan perusahaan atas dukungan yang diberikan.
Menurut Tony Xu, pencatatan saham ini menjadi titik awal baru bagi perusahaan. Ia mengatakan Sigenergy akan melanjutkan strategi “AI in All”, memperkuat kapabilitas di bidang penyimpanan energi, serta meningkatkan investasi pada inovasi untuk menghadirkan solusi yang lebih kompetitif. Ia juga menyebut perusahaan menargetkan penciptaan nilai tambah jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan mitra, sekaligus berkontribusi bagi industri dan masyarakat.
Penawaran umum perdana (IPO) Sigenergy disebut mendapat dukungan dari sejumlah investor global. Di antaranya lembaga pengelola aset negara asal Singapura, Temasek, serta perusahaan manajemen aset internasional seperti Goldman Sachs Asset Management, UBS Asset Management, dan BNP Paribas Asset Management.
Selain itu, IPO tersebut juga melibatkan sejumlah perusahaan investasi, termasuk Hillhouse, CPE, Boyu Capital, Gaoyi Asset Management, dan Greenwoods Asset Management, serta dana asuransi besar seperti CPIC dan Fullgoal Fund.
Sejak berdiri, Sigenergy mendorong penetrasi pasar melalui inovasi produk dengan memanfaatkan desain modular dan teknologi berbasis AI. Pendekatan ini ditujukan untuk memperluas jangkauan perusahaan ke segmen residensial, komersial dan industri, hingga skala utilitas.
Saat ini, Sigenergy mempekerjakan lebih dari 1.000 tenaga profesional di seluruh dunia dan beroperasi di lebih dari 80 negara dan wilayah. Operasional perusahaan didukung jaringan distribusi dan layanan global. Dengan basis manufaktur dan riset di Tiongkok, Sigenergy menyatakan terus meningkatkan kapabilitas inovasi, produksi, dan pengiriman, sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.