BERITA TERKINI
Pasar Saham Vietnam Berpeluang Dilirik Modal Global, Namun Dihadang Keterbatasan Emiten Besar

Pasar Saham Vietnam Berpeluang Dilirik Modal Global, Namun Dihadang Keterbatasan Emiten Besar

Pasar saham Vietnam diperkirakan berpeluang menarik arus modal internasional setelah peningkatan status pasar. Modal tersebut diproyeksikan datang dari dua kelompok utama, yakni dana investasi pasif dan dana kelolaan aktif, yang dinilai dapat memperkuat likuiditas sekaligus meningkatkan posisi Vietnam di peta keuangan global.

Nguyen The Minh, Direktur Analisis Klien Ritel di Yuanta Securities Vietnam, memperkirakan dana pasif seperti ETF berpotensi membawa arus masuk sekitar 1–1,5 miliar dolar AS. Namun, arus ini disebut tidak akan masuk sekaligus, melainkan bertahap. Skemanya biasanya dimulai dengan peningkatan sekitar 10%, kemudian 30%, lalu dua tahap berikutnya masing-masing 35%. Pola bertahap ini dinilai membantu membatasi volatilitas dan menjaga stabilitas pasar selama proses penyerapan modal.

Sementara itu, dana yang dikelola secara aktif disebut memiliki ukuran aset jauh lebih besar—umumnya sekitar lima kali dana pasif. Karena itu, total arus masuk modal yang diharapkan dari kelompok ini diperkirakan dapat mencapai 5–6 miliar dolar AS. Selain menambah likuiditas, arus modal tersebut dipandang dapat memperkuat citra Vietnam di mata investor global.

Meski demikian, muncul pertanyaan tentang kesiapan pasar menyerap aliran modal tersebut. Luu Chi Khang, Kepala Departemen Perdagangan Proprietary di Perusahaan Saham Gabungan Sekuritas Konstruksi Vietnam, menilai salah satu hambatan utama bagi investor asing adalah terbatasnya jumlah perusahaan terdaftar berskala besar dan berkualitas tinggi. Dari sekitar 1.550 perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Ho Chi Minh (HoSE), Bursa Efek Hanoi (HNX), dan sistem perdagangan UPCoM, hanya sekitar 60 perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar di atas 1 miliar dolar AS. Angka ini dinilai masih kecil dibandingkan kebutuhan penempatan dana investasi besar di tingkat global.

Hambatan lain datang dari struktur kapitalisasi pasar yang terkonsentrasi pada sejumlah sektor. Perbankan, real estat, dan barang konsumsi mendominasi pasar, dengan perbankan dan real estat saja mencakup lebih dari setengah kapitalisasi pasar. Di sisi lain, sektor teknologi tinggi, ritel modern, dan energi terbarukan masih kurang terwakili, baik dari sisi jumlah maupun skala emiten. Kondisi ini dinilai mempersempit pilihan investor asing yang membutuhkan eksposur lintas sektor untuk mendiversifikasi risiko, mulai dari teknologi, kesehatan, logistik, ritel modern, manufaktur industri, energi bersih, hingga infrastruktur digital.

Dari sisi aktivitas perdagangan, likuiditas pasar juga disebut belum merata. Perdagangan harian sebagian besar terkonsentrasi pada sektor perbankan, real estat, dan sekuritas. Ketiga sektor tersebut menyumbang lebih dari 60% dari total likuiditas pasar. Akibatnya, banyak saham lain diperdagangkan kurang aktif dan dinilai kurang menarik bagi investor jangka panjang.

Selain komposisi emiten dan likuiditas, isu transparansi juga menjadi sorotan. Tingkat keterbukaan informasi dinilai belum merata, dengan sebagian perusahaan disebut masih lambat dalam mengungkapkan informasi atau belum memenuhi kebutuhan pengungkapan dalam bahasa Inggris bagi investor internasional.

Untuk memanfaatkan peluang dari peningkatan status pasar, para ahli menyarankan Vietnam menyiapkan langkah komprehensif guna meningkatkan kualitas “barang” di pasar saham. Salah satu prioritas adalah memperkuat pasokan saham berkualitas melalui privatisasi dan penawaran umum perdana (IPO) perusahaan besar, perusahaan terkemuka, serta perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi. Peningkatan jumlah emiten besar dipandang dapat membuat pasar lebih menarik bagi investor asing.

Di saat yang sama, diversifikasi struktur industri di bursa juga dinilai penting agar pasar tidak terlalu bergantung pada sektor-sektor tradisional. Dalam konteks perkembangan pesat teknologi, kecerdasan buatan, energi bersih, dan logistik, penambahan perusahaan dari bidang-bidang tersebut disebut dapat membantu pasar mengikuti tren investasi global. Karena itu, dorongan privatisasi dan pencatatan perusahaan milik negara berskala besar dipandang strategis untuk memperluas pilihan sektor sekaligus menghadirkan emiten berkapasitas besar.

Perbaikan tata kelola dan transparansi juga dianggap mendesak, seiring meningkatnya perhatian modal asing terhadap standar tersebut. Langkah yang disebut diperlukan antara lain standardisasi pengungkapan informasi dalam bahasa Inggris, peningkatan tata kelola perusahaan sesuai praktik internasional, perlindungan pemegang saham minoritas, serta penguatan pengawasan pasar. Selain itu, mekanisme untuk mendorong perusahaan FDI agar melakukan pencatatan di Vietnam juga disebut dapat dieksplorasi guna menambah pasokan saham berkualitas dan memperbesar skala pasar.