BERITA TERKINI
Reformasi Pasar Modal Dinilai Dorong Minat Investor dan Peluang Pendanaan Murah bagi Perbankan

Reformasi Pasar Modal Dinilai Dorong Minat Investor dan Peluang Pendanaan Murah bagi Perbankan

CNBC Indonesia menggelar Market Outlook 2026 bertema “Capital Market Reform: Integrity and Credibility” sebagai forum untuk membaca arah pasar serta peluang pertumbuhan baru dengan menghadirkan perspektif regulator, pengambil kebijakan, dan pelaku industri investasi.

Dalam forum tersebut, Chief Investment Officer PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) Herman Tjahjadi memaparkan perkembangan pasar modal Indonesia di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Ia juga menyoroti dampak kebijakan penangguhan rebalancing saham oleh MSCI serta pengaruh reformasi pasar modal terhadap penguatan integritas dan kredibilitas bursa saham domestik.

BRI MI mencatat adanya capital inflow pada Februari 2026 seiring langkah perbaikan dan peningkatan transparansi pasar saham oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self-regulatory organization (SRO). Perbaikan tersebut diharapkan dapat mengerek kembali minat investor asing untuk masuk ke pasar Indonesia.

Dari sisi perbankan, Ketua Bidang Riset dan Pengkajian Perbanas Aviliani menilai reformasi pasar modal membawa dampak positif. Salah satunya, meningkatnya minat perusahaan untuk melantai di bursa, termasuk dari sektor perbankan, yang ditopang tata kelola dan transparansi yang dinilai semakin baik sehingga berpotensi menarik investor.

Sementara itu, dari sektor asuransi, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara menyatakan dukungan DAI terhadap reformasi pasar modal. Ia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor, termasuk investor institusi dari industri asuransi, untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Dialog ini disiarkan dalam Market Outlook 2026 CNBC Indonesia pada Selasa (03/03/2026) bersama Andi Shalini, dengan narasumber Yulius Bhayangkara, Herman Tjahjadi, dan Aviliani.