Ramadan kerap membuat peran ibu di rumah semakin menonjol. Selain menyiapkan menu sahur dan berbuka, ibu juga mengatur belanja kebutuhan dapur, menyiapkan uang baru untuk Lebaran, hingga memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi.
Di saat yang sama, aktivitas yang bertambah biasanya diikuti peningkatan pengeluaran. Harga bahan pokok dan kebutuhan Lebaran kerap naik secara bersamaan. Tanpa perencanaan yang matang, situasi ini dapat mengganggu anggaran rumah tangga. Karena itu, Ramadan dinilai menjadi momen yang tepat bagi ibu untuk menata kembali strategi keuangan keluarga.
Studi Sun Life Women’s Wealth in Focus: When Care Comes First mencatat sekitar setengah perempuan Indonesia mengelola anggaran rumah tangga sehari-hari secara mandiri. Namun, hanya sebagian kecil yang merasa siap menghadapi risiko finansial mendadak.
Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, mengatakan pengelolaan keuangan keluarga perlu dibarengi dengan perencanaan perlindungan finansial yang baik. Ia menyebut Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga.
“Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru ’), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah. Karena tujuan Tunjangan Hari Raya (THR) bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi membantu keluarga tetap tenang setelahnya,” ujar Maika dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (15/3/2026).
Menurut Maika, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan ibu agar kondisi keuangan keluarga tetap stabil selama Ramadan dan Lebaran.
Pisahkan gaji bulanan dan dana Ramadan. Gaji bulanan disarankan digunakan untuk kebutuhan operasional rutin, sementara THR dialokasikan khusus untuk pengeluaran tambahan saat Idul Fitri. Cara ini dinilai dapat mencegah tercampurnya anggaran sehingga kondisi keuangan tetap terjaga.
Siapkan dana pendidikan anak sejak dini. Ramadan juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi rencana masa depan anak. Orang tua disarankan mulai menyiapkan tabungan pendidikan sejak dini agar kebutuhan pendidikan anak tetap terjamin meskipun terjadi risiko pada orang tua.
Ajarkan literasi keuangan kepada anak. Momentum Lebaran dapat digunakan untuk melatih anak mengelola uang melalui angpao. Anak dapat diajarkan membagi uangnya ke dalam tiga kategori, yaitu tabungan, kebutuhan jajan, dan berbagi kepada sesama.
Lindungi kesehatan sebagai pilar keluarga. Kesehatan ibu disebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Perlindungan melalui asuransi kesehatan berbasis syariah dinilai dapat membantu menjaga kondisi finansial keluarga ketika terjadi risiko kesehatan.
Lengkapi ikhtiar dengan perlindungan finansial. Selain menabung dan mengatur pengeluaran, keluarga juga perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai risiko kehidupan, termasuk risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga. Dalam nilai-nilai Islam, melindungi keluarga disebut sebagai bagian dari ikhtiar, yakni usaha yang dilakukan dengan niat baik sebelum berserah diri kepada Allah.
Sun Life Syariah menyatakan hadir sebagai pendamping bagi keluarga Indonesia dalam merencanakan perlindungan finansial yang selaras dengan prinsip syariah. Ramadan pun dinilai bukan hanya waktu untuk menata pengeluaran, tetapi juga kesempatan menata niat serta merencanakan masa depan keluarga dengan lebih baik.