Yogyakarta—Periode Ramadan hingga menjelang Lebaran kerap diiringi peningkatan pengeluaran rumah tangga, mulai dari kebutuhan berbuka puasa, persiapan hari raya, hingga berbagai kegiatan sosial. Tanpa perencanaan yang baik, lonjakan pengeluaran tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan keluarga.
Dalam banyak keluarga, perempuan—khususnya para ibu—memegang peran penting dalam mengelola keuangan rumah tangga. Data Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan sekitar 26 persen kepala keluarga di Kota Yogyakarta merupakan perempuan, yang berarti banyak perempuan turut menjadi pengambil keputusan utama dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Berangkat dari kondisi itu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama komunitas Supermom mengadakan sesi literasi keuangan bertajuk “Anti Boncos Club: Strategi Aman Finansial Menjelang Lebaran.” Kegiatan yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 10 Maret 2026 ini diikuti 300 peserta dan menghadirkan diskusi interaktif bagi para ibu, khususnya di Yogyakarta, mengenai strategi finansial keluarga selama Ramadan hingga jelang Lebaran.
Dalam sesi tersebut, Priskilla Fachruddin, Certified Financial Planner Prudential Indonesia, memaparkan langkah praktis pengelolaan keuangan rumah tangga, termasuk menyusun anggaran Ramadan dan menetapkan prioritas pengeluaran. Ia juga membahas cara mengelola THR serta pemasukan tambahan di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
“Salah satu pendekatan yang disarankan adalah membagi dana ke dalam beberapa pos pengeluaran bulanan, misalnya 40 persen untuk kebutuhan harian dan lifestyle, 30 persen maksimum untuk hutang, 20 persen untuk dana darurat, asuransi, investasi, dan tabungan, serta 10 persen untuk biaya sosial atau donasi,” kata Priskilla dalam siaran pers, Senin, 16 Maret 2026.
Diskusi turut dilengkapi pengalaman Selmadena, Founder Kaktus Coffee Palace, yang berbagi perspektif sebagai ibu sekaligus pelaku usaha dalam mengatur keuangan keluarga di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran. Ia menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pengeluaran rumah tangga, kebutuhan usaha, dan perencanaan keuangan jangka panjang agar kondisi finansial keluarga tetap terjaga.
Selain pengelolaan pengeluaran sehari-hari, sesi ini juga menekankan pentingnya kesehatan finansial sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga. Dengan perlindungan yang tepat, keluarga dinilai dapat lebih siap menghadapi berbagai risiko tak terduga tanpa mengganggu kondisi keuangan.
“Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi keluarga untuk kembali meninjau dan memperkuat perencanaan keuangan mereka. Perencanaan keuangan yang baik membantu keluarga menjalani Ramadan dengan lebih tenang, sekaligus menjaga kesiapan finansial untuk kebutuhan di masa depan,” kata Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia.
Melalui kegiatan literasi keuangan tersebut, Prudential Indonesia menyampaikan harapannya agar semakin banyak perempuan memiliki pemahaman dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial bagi keluarga, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan lebih tenang sekaligus menjaga kesiapan finansial untuk masa depan.