BERITA TERKINI
Pola Historis VN-Index: Mayoritas Menguat pada Pekan Pertama Setelah Tahun Baru Imlek, Namun Risiko Tetap Ada

Pola Historis VN-Index: Mayoritas Menguat pada Pekan Pertama Setelah Tahun Baru Imlek, Namun Risiko Tetap Ada

Pergerakan pasar saham pada pekan perdagangan pertama setelah libur Tahun Baru Imlek menunjukkan kecenderungan menguat berdasarkan catatan historis. Data Statistik dari Surat Kabar Industri dan Perdagangan periode 2015–2025 memperlihatkan VN-Index naik pada pekan pertama perdagangan dalam 8 dari 10 tahun terakhir.

Dalam rentang 10 tahun tersebut, pola penguatan hanya dua kali berbalik, yakni pada 2020 dan 2023. Tahun 2020 dinilai sebagai kasus khusus karena munculnya pandemi Covid-19 yang menyebar cepat dari Asia ke Eropa dan Amerika Serikat bertepatan dengan masa libur Tahun Baru Imlek. Guncangan kesehatan global itu memicu perubahan sentimen investor secara mendadak dan berujung pada koreksi tajam di pasar keuangan.

Sementara pada 2023, pasar sempat mengawali tahun dengan gelombang kenaikan pada sesi perdagangan pertama. Namun, tekanan jual meningkat pada sesi-sesi terakhir pekan tersebut sehingga indeks ditutup lebih rendah. Kondisi ini mencerminkan kembalinya sikap hati-hati setelah antusiasme awal.

Meski demikian, data tersebut dinilai belum cukup untuk memastikan adanya tren pasti bahwa pasar saham akan selalu membaik setelah Tahun Baru Imlek. Namun, probabilitas pembukaan pekan pertama yang positif disebut lebih tinggi dibandingkan pembukaan negatif. Hal ini dikaitkan dengan faktor musiman, termasuk pergerakan modal besar, serta kecenderungan optimisme dan toleransi risiko investor yang lebih tinggi dari biasanya.

Perkembangan pada dua tahun terakhir (2024–2025) turut memperkuat penilaian tersebut karena pasar mempertahankan tren kenaikan yang relatif jelas pada pekan pertama tahun baru. Kendati begitu, efek musiman juga disebut bukan “perisai” terhadap risiko. Tren positif setelah Tết dapat melemah atau berbalik ketika tekanan ambil untung meningkat, ekspektasi makroekonomi menurun, biaya modal tetap tinggi, atau sentimen defensif mendominasi.

Memasuki proyeksi tahun berikutnya, ekspektasi pasar disebut mulai menyatu. Pada 2025, VN-Index dilaporkan tetap stabil di atas level tertinggi historisnya yang hampir mencapai 1.785 poin, meski mengalami volatilitas yang intens. Menjelang 2026, sejumlah pengamat menilai fondasi makroekonomi yang lebih stabil, prospek peningkatan pasar yang lebih jelas, serta pemulihan kinerja bisnis menjadi faktor yang mendorong harapan positif.

Dalam skenario dasar, VNDirect menargetkan VN-Index berada di 2.099 poin dengan asumsi ekonomi tetap berada pada lintasan stabil, kebijakan fiskal masih ekspansif secara selektif, dan lingkungan suku bunga global tidak lagi menjadi penghambat. Selain itu, potensi peningkatan peringkat Vietnam menjadi pasar negara berkembang sekunder oleh FTSE Russell—jika terwujud—dipandang dapat memperluas jangkauan pasar modal Vietnam ke dana investasi global yang lebih besar dan stabil.

Di sisi lain, peluang The Federal Reserve (The Fed) melanjutkan siklus penurunan suku bunga dinilai dapat memperjelas potensi masuknya modal asing, sehingga memberi penyangga tambahan bagi tren kenaikan jangka menengah. Prospek pertumbuhan laba emiten juga disebut berperan penting dalam menopang arah pasar.

SSI Securities Corporation turut menyampaikan pandangan positif dengan dua tolok ukur, yakni 1.920 poin untuk skenario dasar dan 2.120 poin untuk skenario optimistis. Menurut SSI Research, 2026 berpotensi menjadi tahun peralihan dari fase “valuasi yang diharapkan” menuju fase “nilai berdasarkan kekuatan”, seiring konvergensi reformasi kelembagaan, standar transparansi, dan integrasi internasional. Jika peningkatan ini terjadi, pasar dinilai berpeluang memasuki siklus pertumbuhan yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Sementara itu, Vietcap Securities Joint Stock Company menargetkan puncak VN-Index di 2.033 poin, atau sekitar 17% lebih tinggi dibandingkan akhir 2025. Vietcap menyoroti proyeksi pertumbuhan EPS pasar secara keseluruhan sebesar 19%, menjadi tahun kedua berturut-turut dengan pertumbuhan dua digit. Meski indeks mendekati target, rasio P/E yang diproyeksikan sekitar 14,4 kali disebut masih lebih rendah dari rata-rata multi-tahun, sehingga potensi kenaikan dinilai lebih banyak ditopang oleh peningkatan profitabilitas, bukan semata perluasan valuasi.

Laporan Investment Outlook 2026 dari VPBankS Research juga menetapkan target 2.087 poin, dengan asumsi rasio P/E 16,5 kali dan pertumbuhan EPS 14,4%. Laporan tersebut menekankan stabilitas makroekonomi dan peningkatan kualitas aset bank pada 2025 sebagai fondasi penting untuk siklus berikutnya. VPBankS Research juga menyebut enam sektor prioritas—perbankan, real estat perumahan, kawasan industri, bahan bangunan, sekuritas, dan barang konsumsi—yang dinilai terkait erat dengan investasi publik, pemulihan domestik, dan proses peningkatan kualitas.

Secara umum, berdasarkan berbagai skenario, kisaran target VN-Index pada 2026 banyak berada di rentang 2.000–2.120 poin, atau setara kenaikan sekitar 14–18% dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Sejumlah perusahaan sekuritas menilai fokus pasar mulai bergeser dari “ekspektasi kebijakan” menuju “konfirmasi laba”, dengan pertumbuhan EPS dua digit, valuasi yang dianggap wajar, serta prospek peningkatan peringkat sebagai landasan bagi arus modal yang lebih berkelanjutan.