BERITA TERKINI
Permintaan Ritel XRP Menguat Saat Harga Tertekan, Aktivitas Paus Masih Minim

Permintaan Ritel XRP Menguat Saat Harga Tertekan, Aktivitas Paus Masih Minim

Ripple (XRP) masih berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di bawah US$1,40 pada Senin, di tengah sentimen negatif pasar kripto yang turut dibebani konflik AS-Iran. Di saat harga melemah, data on-chain menunjukkan permintaan dari investor ritel justru meningkat, sementara partisipasi pemegang besar atau “paus” relatif tertinggal.

Data Santiment mencatat jumlah dompet yang memegang kurang dari 100 XRP naik ke rekor 5,66 juta. Sementara itu, dompet dengan kepemilikan 100 XRP hingga 100.000 XRP juga mencapai rekor 2,01 juta. Berbeda dengan dua kelompok tersebut, jumlah dompet yang memegang lebih dari 100.000 XRP cenderung stagnan di kisaran 32.054, setelah sempat turun tajam pada awal Februari.

Kenaikan jumlah dompet kecil dan menengah ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas investor ritel. Namun, minimnya pergerakan pada kelompok paus memunculkan sinyal bahwa pemegang besar belum kembali aktif, atau masih dalam fase distribusi setelah penurunan pada Februari. Dalam kondisi seperti ini, peningkatan minat ritel kerap menjadi sumber likuiditas bagi pemegang besar untuk merealisasikan keuntungan, yang berpotensi menambah tekanan turun pada harga.

Di sisi lain, data CryptoQuant menunjukkan cadangan XRP di Binance meningkat, mengindikasikan arus deposit XRP ke bursa kembali membesar. Cadangan tercatat sekitar 2,79 miliar XRP, naik dari 2,55 miliar pada 9 Februari. Kenaikan cadangan di bursa umumnya sejalan dengan narasi ambil untung dan dapat memperbesar tekanan jual, terutama saat sentimen pasar melemah.

Dari pasar derivatif, CoinGlass mencatat Open Interest (OI) kontrak berjangka XRP turun lebih dari 5% menjadi sekitar US$2,33 miliar pada Senin, dari US$2,47 miliar sehari sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya nilai nosional kontrak yang beredar, yang dapat terjadi akibat likuidasi paksa, pengurangan leverage, atau kombinasi keduanya. Secara umum, OI XRP juga dilaporkan terus menurun sepanjang tahun ini, menandakan minat investor yang melemah.

Dengan aktivitas paus yang masih minim, deposit ke bursa yang meningkat, serta OI futures yang menurun, XRP dinilai berada dalam posisi rentan. Jika tren ini berlanjut, tekanan penurunan dapat berlanjut, setelah XRP tercatat turun sekitar 25% secara year-to-date (YTD). Untuk memulai pemulihan, setidaknya salah satu faktor tersebut perlu berbalik arah agar tekanan mereda dan mendorong harga kembali menembus US$1,40.