NUSANTARA — Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2025–2030 dilantik dan dikukuhkan di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (2/3/2026). Pelaksanaan agenda di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut disebut menjadi penanda hadirnya peran dunia usaha dalam pembangunan Nusantara.
Acara ini dihadiri Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie. Ia menilai Kalimantan Timur memiliki peluang besar menjadi motor penggerak ekonomi nasional, terutama dengan hadirnya IKN sebagai pusat pertumbuhan baru. Anindya juga menyoroti potensi daerah dari sisi energi terbarukan, termasuk peluang pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di IKN. Ia menyampaikan harapan agar KADIN Kalimantan Timur dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum KADIN Kalimantan Timur terpilih untuk periode 2025–2030, Putri Ananda Nur Ramadhani, menyatakan komitmen untuk mendorong dunia usaha daerah tumbuh secara inklusif, adaptif, dan berdaya saing dalam menyongsong pembangunan IKN. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa KADIN Kalimantan Timur dapat mengambil peran penting dalam pembangunan daerah dan nasional, serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur, khususnya di Ibu Kota Nusantara.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Nusantara sebagai lokasi pelantikan. Menurutnya, hal itu dapat dimaknai sebagai simbol awal kolaborasi yang lebih konkret ke depan. Basuki menyatakan Otorita IKN membuka pintu untuk bersinergi dengan KADIN Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Basuki menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian KADIN Kalimantan Timur, yakni adaptabilitas, kolaborasi, dan keberlanjutan. Adaptabilitas dinilai penting agar pelaku usaha lokal mampu bersaing, kolaborasi diperlukan untuk memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha, sementara keberlanjutan didorong melalui praktik bisnis hijau sejalan dengan konsep kota hutan di IKN. Ia juga menegaskan transformasi ekonomi di Nusantara memerlukan keterlibatan aktif pengusaha lokal, namun tetap menuntut peningkatan kapasitas agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menilai pemilihan IKN sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk mendorong dunia usaha mengambil peran dalam pembangunan ibu kota baru. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan di Nusantara dilakukan karena melihat banyak prospek, sekaligus berharap KADIN Indonesia dan KADIN Kalimantan Timur dapat bersinergi dan mengambil tanggung jawab dalam pembangunan.
Rudy juga menyampaikan Kalimantan Timur, termasuk Ibu Kota Nusantara, berada pada fase strategis dengan berbagai potensi kawasan serta peluang investasi yang terbuka luas, mulai dari sektor energi, infrastruktur, hingga pengembangan kawasan ekonomi.
Pelantikan tersebut menandai pengukuhan kepengurusan baru KADIN Kalimantan Timur berdasarkan Keputusan Dewan Pengurus KADIN Indonesia. Melalui momentum ini, sinergi antara Otorita IKN, pemerintah daerah, dan dunia usaha diharapkan semakin kuat dalam membangun ekosistem ekonomi Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.

