BERITA TERKINI
Pengurus Kadin Kaltim 2025–2030 Dilantik di IKN, Gubernur Minta Perkuat Peran Dunia Usaha

Pengurus Kadin Kaltim 2025–2030 Dilantik di IKN, Gubernur Minta Perkuat Peran Dunia Usaha

NUSANTARA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menghadiri pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Serbaguna Kemenko 3, Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (2/3/2026). Pelantikan ini disebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong perekonomian daerah.

Pengurus Kadin Kaltim periode 2025–2030 dipimpin Putri Amanda Nurramadhani dan dilantik langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. Prosesi tersebut turut disaksikan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, anggota DPRD Kaltim, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, jajaran kepala perangkat daerah, perwakilan bupati/wali kota se-Kaltim, serta Dewan Pertimbangan Kadin Kaltim.

Dalam sambutannya, Rudy Mas’ud yang akrab disapa Harum menegaskan pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni. Ia meminta jajaran Kadin Kaltim bekerja secara kolektif dan mengambil peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian, termasuk mendorong lahirnya wirausaha yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Harum menyatakan Kadin Kaltim sebagai mitra strategis pemerintah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi dan pembukaan lapangan kerja. Menurutnya, penguatan sektor usaha perlu disesuaikan dengan potensi unggulan di masing-masing kabupaten dan kota.

Ia juga menyoroti besarnya kontribusi Kalimantan Timur terhadap perekonomian nasional. Sekitar 60 persen produksi batu bara nasional disebut berasal dari Kaltim. Selain itu, sektor minyak dan gas bumi menyumbang sekitar 30 persen, serta terdapat lahan perkebunan kelapa sawit sekitar tiga juta hektare.

“Potensi ini harus menjadi peluang besar bagi Kadin Kaltim untuk mengembangkan sektor unggulan dan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah,” ujar Harum.

Lebih lanjut, Harum menekankan pentingnya paradigma usaha berkelanjutan. Ia menyebut dunia usaha tidak lagi semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Ia pun meminta Kadin Kaltim mengambil peran sebagai garda terdepan dalam memperkuat perekonomian Kalimantan Timur yang inklusif dan berkelanjutan.