BERITA TERKINI
Pengamat: IHSG Berpeluang Rebound Usai Libur Lebaran, Namun Tetap Rentan Volatil

Pengamat: IHSG Berpeluang Rebound Usai Libur Lebaran, Namun Tetap Rentan Volatil

Pasar saham Indonesia dinilai berpeluang bangkit setelah libur panjang Lebaran. Secara historis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kerap mengalami technical rebound usai tekanan yang muncul menjelang libur panjang, seiring kembalinya aktivitas investor ke pasar.

Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana mengatakan peluang rebound masih terbuka setelah periode libur Lebaran. Namun, ia menilai kondisi tahun ini berbeda karena sejumlah sentimen global dan domestik masih membayangi pergerakan pasar, sehingga investor cenderung bersikap lebih hati-hati dan menunggu arah yang lebih jelas sebelum kembali agresif.

Menurut Hendra, fase pasar saat ini masih tergolong sensitif. Karena itu, meski peluang rebound ada, pergerakan IHSG tetap berpotensi volatil dalam jangka pendek.

Ia menjelaskan tekanan global menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju pemulihan. Konflik geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga energi, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga oleh Jerome Powell di Federal Reserve disebut menjadi perhatian investor global.

Kondisi tersebut turut diperparah oleh meningkatnya kehati-hatian investor asing dalam menempatkan dana di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Investor asing disebut cenderung menunggu kepastian arah kebijakan moneter global sebelum kembali masuk secara signifikan.

Meski demikian, Hendra menilai pola rebound pasca Lebaran masih relevan. Dalam banyak kasus sebelumnya, koreksi menjelang libur panjang sering kali bersifat teknikal, dipicu kebutuhan likuiditas investor. Setelah libur usai, tekanan biasanya mereda dan membuka ruang bagi IHSG untuk bergerak naik kembali, didukung normalisasi aktivitas investor.

Namun, ia mengingatkan rebound kali ini kemungkinan tidak akan berlangsung agresif karena investor masih berada dalam mode wait and see, sambil mencermati perkembangan global dan stabilitas ekonomi domestik.

Dalam situasi pasar yang masih bergejolak, investor disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko. Pembelian saham secara agresif dinilai belum tepat ketika volatilitas masih tinggi. Strategi yang dinilai lebih rasional adalah melakukan akumulasi bertahap pada saham berfundamental kuat, terutama saat harga berada di area support yang menarik, serta menjaga porsi kas untuk mengantisipasi potensi koreksi lanjutan.

Hendra juga mengingatkan agar investor menghindari aksi panic selling ketika pasar turun tajam. Menurutnya, koreksi yang terjadi menjelang periode libur panjang dalam banyak kasus bersifat teknikal akibat kebutuhan likuiditas investor.