Jakarta—Pemerintah Norwegia tercatat mengoleksi saham pada 24 perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data tersebut merujuk pada dokumen Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Kamis (5/3/2025).
Berdasarkan dokumen itu, kepemilikan terbesar pemerintah Norwegia berada di PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan porsi 3,03% atau setara 608,25 juta saham.
Selain AKRA, porsi kepemilikan besar lainnya tercatat pada PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) sebesar 2,68%, disusul PT Ciputra Development Tbk (CTRA) 2,47%, serta PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sekitar 2,43%.
Dokumen tersebut juga menunjukkan pemerintah Norwegia memiliki saham di sejumlah emiten dari berbagai sektor, mulai dari ritel, konsumer, properti, hingga komoditas. Beberapa di antaranya adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Daftar lengkap 24 saham BEI yang dimiliki pemerintah Norwegia disebutkan per 27 Februari 2026 dan diurutkan berdasarkan persentase kepemilikan terbesar.

