Pemerintah mulai mencairkan tunjangan hari raya (THR) Lebaran 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan pada 26 Februari 2026. Selain itu, pengemudi ojek online (ojol) dipastikan kembali menerima Bonus Hari Raya (BHR).
Pemerintah menilai dua stimulus tersebut dapat mendorong konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan dan Idulfitri, sehingga berkontribusi pada penguatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, THR ASN dan BHR tahun ini mengalami peningkatan. Menurutnya, stimulus BHR lebih besar dibanding tahun lalu, sementara THR ASN naik sekitar 10 persen.
“Stimulus BHR tahun lalu setengahnya dari sekarang, kemudian kenaikan THR ASN 10 persen lebih besar. Maka kami berharap pertumbuhan ekonomi di Q1 akan lebih tinggi dibanding Q4 tahun lalu. Kita targetkan 5,4–5,6 persen,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (3/3).
Target tersebut disebut lebih tinggi dibanding capaian kuartal IV tahun sebelumnya. Pemerintah berharap momentum Ramadan dan Idulfitri yang jatuh pada kuartal I dapat memperkuat daya beli masyarakat.
Untuk THR ASN 2026, pemerintah menyiapkan anggaran Rp55 triliun, naik dari Rp49 triliun pada tahun lalu atau meningkat sekitar 10 persen. Anggaran itu akan disalurkan kepada 2,4 juta ASN pusat termasuk TNI dan Polri sebesar Rp22,2 triliun, 4,3 juta ASN daerah sebesar Rp20,2 triliun, serta 3,8 juta pensiunan dengan alokasi Rp12,7 triliun.
Airlangga menjelaskan, komponen THR dibayarkan 100 persen penuh, meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, serta kinerja sesuai regulasi yang berlaku.

