Menteri Keuangan Vietnam Nguyen Van Thang meresmikan pembukaan perdagangan saham pada awal Tahun Baru Imlek Tahun Kuda 2026 dalam acara “Upacara Pembukaan Perdagangan Saham Musim Semi 2026” di Bursa Efek Kota Ho Chi Minh, Senin (24/2/2026). Acara yang menjadi tradisi tahunan itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan arah kebijakan pemerintah terkait penguatan pasar modal.
Dalam pidatonya, Nguyen Van Thang menilai 2026 memiliki arti khusus karena menjadi awal fase pembangunan baru, sekaligus menuntut pasar modal yang lebih berkualitas, transparan, dan berkelanjutan. Salah satu target utama yang disorot adalah mendorong kapitalisasi pasar saham mencapai 100% dari produk domestik bruto (PDB).
Ia merujuk capaian 2025 sebagai fondasi penguatan pasar. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan global, Vietnam disebut menjaga stabilitas makroekonomi, mengendalikan inflasi, serta mencatat pertumbuhan PDB 8,02%, melampaui target Majelis Nasional. Kondisi tersebut dipandang menjadi penopang penting bagi perkembangan pasar modal.
Untuk 2025, indeks VN diproyeksikan berakhir di 1.784,49 poin, naik 40,9% dibanding akhir tahun sebelumnya. Nilai transaksi harian rata-rata diperkirakan melampaui 29.200 miliar VND, meningkat 39% dari rata-rata 2024. Sementara kapitalisasi pasar saham diproyeksikan mencapai lebih dari 9,98 triliun VND, naik 39,2% dibanding akhir 2024, setara 86,7% dari perkiraan PDB 2024.
Berdasarkan landasan tersebut, industri sekuritas menetapkan sasaran 2026 untuk membawa kapitalisasi pasar saham setidaknya setara 100% PDB, dan dalam skenario lebih optimistis dapat mencapai 120% PDB. Target ini diposisikan bukan sekadar capaian simbolik, melainkan untuk memperkuat peran pasar saham sebagai saluran alokasi modal jangka menengah dan panjang, sekaligus mengurangi ketergantungan berlebihan pada kredit perbankan.
Sejumlah faktor disebut memberi dorongan baru, termasuk pengoperasian sinkron sistem teknologi informasi KRX serta pengumuman FTSE Russell mengenai peningkatan status pasar saham Vietnam dari pasar frontier menjadi pasar berkembang sekunder. Ketua Komisi Sekuritas Negara Vu Thi Chan Phuong menyatakan peningkatan status tersebut membuka peluang menarik arus modal domestik dan asing yang lebih besar, sekaligus menegaskan posisi Vietnam di peta keuangan global.
Memasuki bulan-bulan awal 2026, tren kenaikan indeks dan likuiditas disebut masih terjaga. Di saat yang sama, pasar derivatif, obligasi pemerintah, dan obligasi korporasi dilaporkan tetap mencatat pertumbuhan stabil, yang dinilai mencerminkan kepercayaan investor yang dibangun di atas fondasi makroekonomi dan reformasi kelembagaan.
Meski demikian, Nguyen Van Thang menekankan tantangan eksternal masih besar karena lingkungan internasional dinilai bergejolak dan sulit diprediksi. Kongres Nasional Partai ke-14 menetapkan target pertumbuhan PDB 10% atau lebih untuk periode 2026–2030, dengan 2026 sebagai tahun krusial. Dalam konteks itu, pasar saham diharapkan benar-benar menjadi kanal utama mobilisasi modal.
Pemerintah, menurutnya, tidak hanya mengejar perluasan skala pasar, tetapi juga peningkatan kualitas operasional. Ia mengarahkan industri sekuritas untuk melanjutkan inovasi secara proaktif dan fleksibel, menyempurnakan kerangka hukum yang komprehensif sesuai tuntutan manajemen baru dan tren perkembangan, serta menerapkan standar yang lebih tinggi secara tegas.
Modernisasi infrastruktur teknologi juga menjadi salah satu pilar. Dengan memanfaatkan platform KRX, otoritas terkait akan melanjutkan peningkatan sistem dan mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan, pengawasan, dan operasional pasar. Mekanisme Central Counterparty Clearing (CCP) yang ditargetkan beroperasi pada awal 2027 disebut sebagai langkah penting untuk meningkatkan keamanan sistem dan mendekatkan pasar pada standar yang lebih maju.
Selain itu, ruang pengembangan baru direncanakan melalui pasar perdagangan kredit karbon, pasar mata uang kripto, serta pasar perdagangan khusus bagi perusahaan rintisan inovatif. Inisiatif ini dikaitkan dengan tren ekonomi hijau, ekonomi digital, dan inovasi, sekaligus memperluas ragam instrumen di pasar.
Dari sisi pasokan dan basis investor, pemerintah mendorong diversifikasi produk melalui promosi IPO yang terhubung dengan pencatatan saham, mendorong perusahaan FDI untuk melantai di bursa, serta pengembangan obligasi publik dalam model PPP, obligasi hijau, dan obligasi infrastruktur. Implementasi rencana restrukturisasi investor dan pengembangan industri dana investasi sekuritas juga diarahkan untuk menyeimbangkan komposisi investor ritel dan institusional.
Penguatan disiplin pasar turut ditekankan melalui inspeksi, pengawasan, dan penanganan pelanggaran secara ketat sebagai prasyarat membangun kepercayaan. Menurut pesan yang disampaikan, pertumbuhan pasar yang cepat tanpa transparansi dinilai tidak berkelanjutan, sementara pasar yang transparan dan disiplin lebih berpeluang menarik arus modal jangka panjang.
Nguyen Van Thang menegaskan Kementerian Keuangan berkomitmen memantau perkembangan secara cermat dan memberikan dukungan maksimal agar pasar saham tumbuh stabil, aman, dan berkelanjutan. Dengan target kapitalisasi pasar 100% PDB atau lebih pada 2026, pemerintah memandang tahun ini bukan hanya soal kenaikan indeks, tetapi juga momentum memperkuat pasar saham sebagai pilar ekonomi pasar modern, dengan pertumbuhan yang berjalan seiring stabilitas dan integrasi yang disertai disiplin.

