Pasar modal Indonesia menyalurkan donasi senilai Rp3,95 miliar melalui kegiatan bertajuk Pasar Modal Peduli: Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Jumat pekan lalu. Penyerahan bantuan ini disebut sebagai wujud kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menghadirkan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.
Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada tiga lembaga mitra, yakni Sahabat Pedalaman, BenihBaik.com, dan Wahid Foundation. Ketiganya bergerak pada bidang pendidikan, kemanusiaan, serta penguatan nilai toleransi.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa gerak kolektif tersebut merupakan respons terhadap dinamika ekonomi dan tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat. Menurutnya, pasar modal tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagian dari ekosistem yang memiliki tanggung jawab sosial.
Program Pasar Modal Peduli dirancang sebagai wadah kolaboratif bagi self regulatory organizations (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kegiatan ini turut melibatkan perusahaan tercatat, anggota bursa, serta pelaku pasar modal lainnya.
Rangkaian kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut merepresentasikan komitmen bersama agar pertumbuhan dan keberlanjutan pasar modal berjalan seiring dengan kontribusi nyata kepada masyarakat. Tema kegiatan juga menegaskan solidaritas antarpelaku pasar modal dapat menjadi kekuatan untuk memperluas dampak sosial, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana yang memerlukan dukungan berkelanjutan.
Melalui program ini, pasar modal Indonesia mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, termasuk perbaikan infrastruktur vital seperti konektivitas antarwilayah, penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi, serta sarana ibadah dan pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam pelaksanaannya, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program. Bersama Wahid Foundation, dukungan diarahkan pada pemulihan infrastruktur ibadah dan pendidikan melalui reaktivasi masjid, meunasah, dan dayah di wilayah Aceh. Sementara itu, bersama BenihBaik.com dilakukan pembangunan sumur bor, fasilitas sanitasi MCK komunal, serta sarana pendidikan untuk memastikan akses air bersih dan fasilitas belajar yang layak bagi masyarakat terdampak.
Adapun bersama Sahabat Pedalaman, program mencakup pembangunan jembatan, sumur bor, dan fasilitas sanitasi MCK untuk memulihkan konektivitas serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat.
Melalui sinergi ini, para pelaku pasar dan pemangku kepentingan menyalurkan bantuan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga ditujukan untuk membangun kembali fondasi kehidupan masyarakat, mulai dari akses air bersih, sanitasi, konektivitas wilayah, hingga penguatan fungsi sosial dan pendidikan di daerah terdampak.
Program Pasar Modal Peduli disebut menjadi bukti bahwa kolaborasi ekosistem pasar modal Indonesia dapat menghadirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan peran pasar modal tidak hanya sebagai penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagian dari solusi sosial yang berorientasi pada pemulihan jangka panjang.

