BERITA TERKINI
Pasar Modal Indonesia Himpun Donasi Rp3,95 Miliar pada Awal Ramadan 2026 untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Pasar Modal Indonesia Himpun Donasi Rp3,95 Miliar pada Awal Ramadan 2026 untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Pelaku pasar modal Indonesia memanfaatkan momentum awal Ramadan 2026 untuk menggelar kegiatan sosial bertajuk Pasar Modal Peduli: Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan. Acara ini berlangsung pada 20 Februari 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, dan dirangkaikan dengan penyerahan donasi serta buka puasa bersama.

Dalam kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp3.957.291.169. Donasi akan disalurkan melalui tiga lembaga mitra, yakni Sahabat Pedalaman, BenihBaik.com, dan Wahid Foundation, yang bergerak di bidang pendidikan, kemanusiaan, serta penguatan nilai toleransi.

Program ini merupakan wujud sinergi Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terdiri dari BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kegiatan juga melibatkan perusahaan tercatat, anggota bursa, serta pelaku pasar modal lainnya.

Melalui tema “Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan”, penyelenggara menegaskan peran pasar modal tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Dana yang terkumpul akan difokuskan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan diwujudkan dalam sejumlah program. Di Aceh, Wahid Foundation akan mendukung pemulihan sarana ibadah dan pendidikan, seperti masjid, meunasah, dan dayah. BenihBaik.com akan menyalurkan dukungan untuk pembangunan sumur bor, fasilitas sanitasi MCK komunal, serta sarana pendidikan guna memperkuat akses air bersih dan lingkungan belajar yang layak.

Sementara itu, Sahabat Pedalaman berperan dalam pembangunan jembatan, penyediaan sumur bor, serta fasilitas sanitasi untuk memperbaiki konektivitas dan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat terdampak.

Kolaborasi ini disebut mencerminkan semangat gotong royong ekosistem pasar modal Indonesia, dengan fokus tidak hanya pada pertumbuhan investasi, tetapi juga pada pemulihan sosial jangka panjang bagi masyarakat.