Paguyuban UMKM Kota Bogor menggelar pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan literasi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di ruang Index, Indibiz Telkom Padjajaran, Kota Bogor, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan Paguyuban UMKM Kota Bogor ini dibuka oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil. Puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha mengikuti pelatihan tersebut.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Paguyuban UMKM Kota Bogor, yakni Ketua Paguyuban UMKM Kota Bogor Kushermayanti, Wakil Ketua Dedi Dimyati, serta Ketua Bidang Peningkatan SDM Syaiful Zaman Tawakal.
Kushermayanti menjelaskan, pelatihan difokuskan pada peningkatan literasi keuangan agar pelaku usaha mampu mengelola keuangan secara lebih profesional. Menurutnya, kemampuan menyusun laporan keuangan yang baik menjadi kunci keberlangsungan usaha, terutama bagi UMKM yang memiliki rumah produksi.
“Melalui literasi keuangan ini kami ingin para pelaku UMKM memiliki laporan keuangan yang baik. Dengan begitu mereka bisa lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran maupun pemasukan usaha,” kata Kushermayanti.
Ia menambahkan, sebagian besar UMKM masih dikelola secara mandiri oleh pemilik usaha yang menangani berbagai aspek sekaligus, mulai dari produksi, pemasaran hingga keuangan. Karena itu, ia mendorong pelaku usaha setidaknya memiliki pembukuan dasar agar dapat memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.
“Banyak UMKM kita masih seperti ‘wonder woman’, semuanya dipegang sendiri. Tapi minimal mereka sudah memiliki buku laporan keuangan sehingga bisa memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha,” ujarnya.
Ke depan, pelaku UMKM yang telah berkembang juga akan didorong memanfaatkan teknologi dalam pencatatan keuangan, termasuk menggunakan aplikasi digital.
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang digelar Paguyuban UMKM Kota Bogor. Sebelumnya, paguyuban juga mengadakan bazar UMKM di kawasan Mall Warung Jambu yang menampilkan produk kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan.
Dalam pelatihan literasi keuangan ini, sekitar 60 peserta terlibat, termasuk panitia dan pelaku UMKM yang mengikuti program peningkatan kapasitas SDM.
Kushermayanti berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi para pelaku usaha. “Harapannya para UMKM bisa menerapkan laporan keuangan yang baik di rumah produksinya. Dampaknya bukan hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang untuk perkembangan usaha mereka,” katanya.
Sementara itu, Adityawarman Adil menekankan pentingnya peran UMKM dalam memperkuat struktur ekonomi daerah. Menurutnya, UMKM bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama kesejahteraan masyarakat di Kota Bogor karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Kami menyadari betul bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Kota Bogor yang paling banyak menyerap tenaga kerja,” kata Adityawarman.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Paguyuban UMKM Kota Bogor yang secara konsisten menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha. Adityawarman menyebut DPRD bersama Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Bogor terus memberikan dukungan melalui regulasi dan penganggaran.
Menurut Adityawarman, pada tahun ini DPRD Kota Bogor telah mengesahkan alokasi anggaran untuk pengembangan SDM pelaku UMKM. “Secara nyata, tahun ini kami menganggarkan hampir Rp3 miliar untuk pelatihan peningkatan skill UMKM,” ungkapnya.