Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah bersama komunitas Hannah Asa Indonesia menggencarkan kolaborasi untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda di wilayah tersebut.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra menekankan pentingnya kecerdasan finansial bagi anak muda, termasuk membangun kebiasaan baik dalam mengelola keuangan sejak dari hal-hal kecil. Pernyataan itu disampaikan di Palu, Selasa.
Menurut Bonny, kerja sama ini ditujukan untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, baik pelaku usaha maupun generasi muda, agar semakin melek finansial. Ia juga mengapresiasi peran komunitas edukasi keuangan Hannah Asa Indonesia yang dinilai aktif mengedukasi masyarakat Sulawesi Tengah, terutama generasi muda.
Salah satu wujud kolaborasi tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Bootcamp literasi keuangan Batch 60. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan di sejumlah kampus di Kota Palu serta perwakilan komunitas anak muda.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mengatakan literasi keuangan saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. Ia menambahkan, pihaknya mendorong literasi keuangan menjadi gerakan bersama melalui berbagai kegiatan edukasi yang telah dilakukan, khususnya di Sulawesi Tengah.
Mardiyah juga menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya akan semakin fokus memperluas gerakan literasi keuangan di daerah, terutama di provinsi tersebut. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Hannah Asa Indonesia telah menyelenggarakan 46 kegiatan edukasi literasi keuangan yang melibatkan 3.231 peserta melalui metode pembelajaran luring maupun daring.
Ia menegaskan upaya tersebut diarahkan agar semakin banyak anak muda memahami bahwa masa depan finansial dipengaruhi oleh kebiasaan yang dibangun sejak sekarang.