BERITA TERKINI
OJK Siapkan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal untuk Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Emiten

OJK Siapkan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal untuk Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Emiten

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan pembentukan satuan tugas (satgas) reformasi integritas pasar modal bersama sejumlah kementerian terkait dan Self-Regulatory Organization (SRO). Langkah ini ditujukan untuk memperkuat transparansi, tata kelola perusahaan, serta meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.

Rencana tersebut disampaikan Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam acara sosialisasi dan kick off Annual Report Award (ARA) 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 13 Maret.

Hasan mengatakan, sosialisasi ARA 2025 menjadi momentum untuk memperkuat integritas pasar modal melalui peningkatan keterbukaan informasi korporasi. “Tema kegiatan ini menghadirkan integritas melalui transparansi dan penguatan kredibilitas di pasar modal kita,” ujarnya.

Menurut Hasan, satgas yang tengah disiapkan akan mengawal agenda reformasi integritas agar tidak berhenti pada penyusunan prinsip, tetapi juga efektif menjawab persoalan yang berkaitan erat dengan integritas pasar. “Sebentar lagi kami bersama beberapa kementerian terkait bersama SRO akan menggulirkan satgas yang secara khusus akan mengawal seluruh agenda reformasi integritas,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, OJK menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan ARA 2025 sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Hasan menyebut ajang tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas pelaporan korporasi di Indonesia.

Ia juga menyoroti tren global yang menempatkan laporan keberlanjutan sebagai bagian penting dari sistem pelaporan perusahaan, bukan lagi sekadar pelengkap laporan keuangan. “Informasi terkait keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai laporan tambahan, tetapi sudah menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan,” ujarnya.

OJK mencatat tingkat kepatuhan penyampaian laporan keberlanjutan terus meningkat. “Untuk tahun 2025 telah lebih dari 90 persen entitas yang terdaftar di pasar modal Indonesia kami catat telah menyampaikan laporan keberlanjutannya,” kata Hasan.

OJK berharap peningkatan kualitas pelaporan korporasi dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Transparansi yang lebih baik juga dinilai dapat meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia di tingkat regional maupun global.

ARA merupakan program penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance bersama sejumlah pemangku kepentingan pasar modal, termasuk OJK dan BEI. Program ini menilai kualitas laporan tahunan perusahaan sekaligus mendorong penerapan praktik tata kelola perusahaan yang lebih baik.

Acara sosialisasi ARA 2025 turut dihadiri Ketua Umum Komite Nasional Kebijakan Governance Mardiasmo serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ferry Irawan, bersama perwakilan emiten, direksi perusahaan, dan pemangku kepentingan pasar modal lainnya.