Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang menggelar edukasi literasi keuangan syariah bagi seribu anak yatim dan dhuafa. Kegiatan tersebut berlangsung dalam acara “Gebyar Malam Lailatul Qadar” di Kota Malang, Sabtu (21/2), sebagai bagian dari Program GERAK Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah).
Acara ini dihadiri sejumlah pihak, antara lain Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa, Ketua Baznas Kota Malang Prof Kasuwi Saiban, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Indra Kuspriyadi.
Kepala OJK Malang Farid Faletehan menekankan pentingnya inklusi keuangan bagi kelompok rentan. Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada tugas dan fungsi OJK, cara pengelolaan keuangan sederhana, serta pengenalan produk-produk keuangan syariah yang dinilai relevan bagi pelajar.
“Ini adalah langkah konkret kami untuk membekali anak-anak dengan pemahaman dasar pengelolaan keuangan. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri secara ekonomi dan mampu memanfaatkan produk keuangan syariah untuk masa depan yang lebih berdaya,” ujar Farid.
Ketua Baznas Kota Malang Prof Kasuwi Saiban menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yatim. Ia menekankan pentingnya sinergi berbagai elemen agar kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi penyemangat bagi para peserta.
Dalam kesempatan yang sama, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi kolaborasi OJK dan Baznas. Menurutnya, Pemerintah Kota Malang mendukung penguatan sektor pendidikan dan literasi sebagai fondasi bagi generasi muda agar memiliki daya saing global di masa depan.
Selain materi dari OJK, KPwBI Malang turut memberikan sosialisasi kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Sementara itu, Bank Jatim Syariah sebagai perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) memperkenalkan produk perbankan seperti Tabungan Santri dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).
Melalui rangkaian pembekalan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga memperoleh pengetahuan dasar manajemen keuangan yang bermanfaat untuk keberlanjutan masa depan mereka.

