BERITA TERKINI
OJK Cirebon Gelar Program Takon di 31 Kecamatan Indramayu untuk Perluas Inklusi Keuangan

OJK Cirebon Gelar Program Takon di 31 Kecamatan Indramayu untuk Perluas Inklusi Keuangan

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menghadirkan Program Tanya dan Konsultasi Keuangan (Takon) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat pelindungan konsumen.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan program tersebut dilaksanakan di 31 kecamatan untuk mendekatkan akses konsultasi dan edukasi sektor jasa keuangan kepada masyarakat. Melalui Takon, warga dapat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta berkonsultasi terkait permasalahan dengan pelaku usaha jasa keuangan.

“Program ini kami hadirkan agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan OJK sekaligus memahami produk dan layanan keuangan secara lebih utuh,” kata Agus di Indramayu, Selasa.

Menurut Agus, peningkatan literasi keuangan di Indramayu menjadi faktor penting dalam mendorong inklusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Ia menjelaskan, layanan Takon dijalankan melalui skema virtual maupun hybrid sehingga masyarakat tidak harus datang langsung ke Kantor OJK Cirebon.

“Dengan pendekatan ini, jangkauan layanan menjadi lebih luas dan efisien, terutama bagi masyarakat di kecamatan dan desa,” ujarnya.

Agus menambahkan, edukasi yang diberikan mencakup pemahaman hak dan kewajiban konsumen, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman daring ilegal. Pelaksanaan program ini, kata dia, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap implementasi program tersebut di seluruh wilayah kabupaten. Ia menilai sinergi antara OJK dan pemerintah daerah diperlukan agar masyarakat memperoleh akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya.

“Kami mendorong seluruh kecamatan dan desa memanfaatkan program ini agar masyarakat semakin teredukasi dan mengetahui saluran pengaduan, jika menghadapi permasalahan jasa keuangan,” kata Lucky.