BERITA TERKINI
Mudik Idulfitri 2026 Diproyeksi Perkuat Perputaran Ekonomi, Konsumsi dan UMKM Jadi Penopang

Mudik Idulfitri 2026 Diproyeksi Perkuat Perputaran Ekonomi, Konsumsi dan UMKM Jadi Penopang

Jakarta — Tradisi mudik Idulfitri 2026 diperkirakan kembali menjadi pendorong perputaran ekonomi nasional. Aktivitas tahunan yang berlangsung massal dan terjadwal ini dinilai menimbulkan efek berganda karena mampu menggerakkan sejumlah sektor riil secara bersamaan, mulai dari perdagangan, jasa, hingga transportasi.

Berdasarkan tren historis, konsumsi rumah tangga selama periode mudik dan Lebaran tercatat meningkat sekitar 15–20 persen dibandingkan bulan biasa. Kenaikan tersebut dipicu oleh mobilitas masyarakat yang tinggi dan percepatan peredaran uang di berbagai wilayah.

Tingginya kecenderungan masyarakat untuk membelanjakan pendapatan atau Marginal Propensity to Consume (MPC) pada periode ini turut mendorong lonjakan konsumsi. Dampaknya juga dirasakan pelaku usaha di daerah, dengan peningkatan pendapatan UMKM yang disebut dapat mencapai 50–70 persen.

Secara empiris, mudik juga disebut konsisten berkontribusi pada penguatan ekonomi. Kajian Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 mencatat mudik berkontribusi sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan. Dampak tersebut terjadi melalui distribusi aliran uang dari pusat-pusat ekonomi ke berbagai daerah sehingga memperluas efek ekonomi dan memperkuat peredaran uang secara lebih merata.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, setiap pengeluaran pemudik menimbulkan efek pengganda yang berdampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi. “Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa. Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Untuk Idulfitri 2026, proyeksi aktivitas ekonomi disebut menunjukkan tren positif dan diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Evaluasi Idulfitri 2025 mencatat mobilitas masyarakat mencapai 154,62 juta orang. Pada 2026, pergerakan dan belanja masyarakat diharapkan meningkat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5–5,6 persen.

Optimisme tersebut turut ditopang kebijakan stimulus, antara lain alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta keluarga penerima manfaat menjelang Idulfitri, serta diskon tarif transportasi sebesar Rp911,16 miliar.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga sekitar 53–54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), stimulus tersebut diperkirakan memberi dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional. Pemerintah juga disebut konsisten mengeluarkan kebijakan untuk mendorong aktivitas ekonomi selama periode mudik, termasuk diskon tiket transportasi umum melalui subsidi dan insentif fiskal, serta penangguhan Pajak Pertambahan Nilai sebesar 6 persen untuk tiket pesawat pada Lebaran 2025 yang disebut menurunkan harga hingga 14 persen.