BERITA TERKINI
Mudik di Tengah Ketegangan Global: Tradisi Kuat, Biaya Perjalanan Kian Sensitif

Mudik di Tengah Ketegangan Global: Tradisi Kuat, Biaya Perjalanan Kian Sensitif

Menjelang Idulfitri, Indonesia kembali memasuki periode mobilitas sosial terbesar dalam setahun. Jutaan orang bergerak serentak dari kota menuju kampung halaman, memadati jalan tol, stasiun, terminal, hingga bandara. Mudik tidak hanya dipahami sebagai tradisi pulang kampung, tetapi juga peristiwa ekonomi berskala besar.

Namun, mudik tahun ini berlangsung dalam situasi global yang dinilai belum sepenuhnya stabil. Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan, konflik regional, serta volatilitas harga energi disebut menjadi faktor yang memengaruhi perekonomian dunia. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan tentang bagaimana tradisi mudik berjalan ketika tekanan ekonomi meningkat akibat dinamika global.

Secara teori, konflik global kerap berdampak pada harga energi dan rantai pasok internasional. Dana Moneter Internasional (2023) mencatat bahwa ketegangan geopolitik dapat meningkatkan volatilitas harga energi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Dampaknya dapat merembet ke berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui kenaikan biaya logistik dan transportasi.

Bagi pemudik, kenaikan harga energi berpotensi berimplikasi langsung pada biaya perjalanan. Tarif tiket pesawat, bus, dan moda transportasi lainnya menjadi lebih sensitif terhadap perubahan harga bahan bakar, termasuk ketika terjadi kelangkaan.

Di beberapa daerah, situasi tersebut mulai terasa dengan munculnya antrean pengisian di SPBU. Dalam pengeluaran mudik, biaya transportasi disebut sebagai komponen terbesar, sehingga perubahan biaya energi dapat memengaruhi besaran anggaran yang harus disiapkan masyarakat.

Meski demikian, pengalaman menunjukkan tradisi mudik memiliki daya tahan sosial yang kuat. Survei Kementerian Perhubungan (2023) mencatat mobilitas masyarakat selama musim Lebaran tetap sangat besar. Pada 2023, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai lebih dari 193 juta orang, sementara jumlah pemudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang.