Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyoroti masih adanya pandangan negatif sebagian masyarakat terhadap instrumen investasi saham. Menurutnya, persepsi yang kerap muncul—seperti anggapan soal “saham gorengan”—membuat pemahaman publik tentang fungsi pasar modal menjadi tidak utuh, padahal industri ini memiliki peran strategis bagi kelangsungan usaha hingga perekonomian nasional.
“Memahamkan ini kepada semua masyarakat yang sifatnya umum itu tidak mudah. Orang hanya melihat saham gorengan dan macam-macam. Padahal secara karakteristik pembentukan harga terjadi setiap hari,” kata Misbakhun dalam acara CNBC Market Outlook 2026 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Misbakhun menyampaikan pasar modal dapat menjadi salah satu simbol wajah ekonomi Indonesia karena mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat dunia. Ia menilai, aspek kepercayaan dan kredibilitas di pasar modal dapat merepresentasikan kondisi fundamental Indonesia, mengingat perusahaan yang tercatat di bursa mencakup BUMN hingga sektor swasta yang turut menggerakkan roda ekonomi nasional.
Ia juga menyinggung tata regulasi lembaga keuangan di Indonesia yang terpisah antara kewenangan sektor fiskal, moneter, dan pengawasan. Menurutnya, tata kelola regulator dan lembaga pengawasan di Indonesia dinilai kuat, termasuk independensi bank sentral, peran Kementerian Keuangan, serta otoritas keuangan.
Dalam penjelasannya, Misbakhun mengatakan industri pasar modal digerakkan oleh investor domestik maupun asing. Investor asing, menurutnya, turut memberikan dukungan likuiditas yang dapat berdampak positif karena bursa saham menjadi sarana memperkuat pembiayaan korporasi dengan biaya dana yang lebih murah.
Ia menilai, melalui pendanaan di pasar modal, perusahaan tidak perlu membayar bunga sebagaimana kredit perbankan, melainkan cukup memberikan imbal hasil dalam bentuk dividen. “Mereka tidak perlu bayar bunga, apapun, cost of fund, cukup membayar dividen. Ini kan murah. Berbeda dengan kredit yang dari bank, diberikan biaya admin, bunga, dan macam-macam. Kalau ini tinggal menjaga kinerja perusahaan, investor percaya dan mereka memberikan return dalam bentuk dividen,” ujarnya.
Meski demikian, Misbakhun mengingatkan sektor keuangan merupakan sektor yang sangat peka terhadap berbagai isu. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran regulator untuk meyakinkan investor bahwa kredibilitas pasar modal perlu terus dijaga, mengingat bursa saham dinilainya turut mewakili wajah ekonomi nasional.

