Jakarta Pusat — Menteri Keuangan Purbaya Sadewa menerima jajaran manajemen INPEX Masela, Ltd. yang dipimpin Presiden Direktur Kenji Hasegawa untuk membahas perkembangan proyek LNG Abadi di Blok Masela. Proyek ini disebut sebagai salah satu proyek energi terbesar di Indonesia Timur.
Dalam pertemuan bertajuk Debottlenecking Session Discusses LNG Investment in Masela Block pada 24 Februari 2026, Hasegawa menyampaikan bahwa minat pasar domestik terhadap potensi pasokan gas dari Masela menunjukkan sinyal positif. Sejumlah perusahaan nasional disebut telah menyatakan ketertarikan, dan pembahasan kini bergerak menuju tahap indikasi harga serta skema komersial.
“Kami berharap pada pertengahan tahun sudah ada gambaran lebih jelas mengenai harga dan kondisi komersialnya,” kata Hasegawa dalam pertemuan tersebut.
Hasegawa menjelaskan, perusahaan-perusahaan domestik yang berminat masuk secara individual, bukan dalam bentuk konsorsium. Karena itu, proses negosiasi dilakukan satu per satu sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing calon pembeli.
Selain aspek pasar, pembahasan juga mencakup kewajiban terhadap pemerintah, khususnya terkait kawasan kehutanan di wilayah proyek. INPEX menyampaikan bahwa proses administrasi utama telah rampung pada 13 Februari dan pengajuan resmi telah disampaikan pada 20 Februari. Perusahaan saat ini menunggu pembentukan tim oleh Gubernur Maluku untuk melakukan survei lapangan dan menghitung nilai kompensasi kepada pihak ketiga yang terdampak.
INPEX menegaskan, langkah tersebut bukan dalam konteks pembebasan lahan langsung, melainkan penyelesaian kompensasi di kawasan hutan yang menjadi bagian dari tahapan pengembangan proyek.
Dalam pertemuan itu, Menteri Keuangan Purbaya Sadewa menekankan pentingnya kepastian regulasi, tata kelola, serta kejelasan fiskal agar proyek strategis nasional ini dapat bergerak menuju tahap keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID).
Proyek Masela diproyeksikan menjadi salah satu penopang produksi LNG Indonesia di masa depan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku dan kawasan Indonesia Timur. Proyek ini juga diharapkan memberi kontribusi pada penerimaan negara, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Pertemuan tersebut mencerminkan komunikasi antara pemerintah dan investor. Jika tahapan administratif dan komersial berjalan sesuai rencana, pertengahan tahun disebut dapat menjadi momentum untuk memperjelas arah investasi proyek Masela.

